Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Bupati Syarwani Dorong Penguatan ANKTD, Pastikan Pembangunan Bulungan Tetap Berkelanjutan

Fijai RT • Selasa, 16 Juni 2026 | 16:24 WIB
FOTO : Bupati Bulungan, Syarwani.
FOTO : Bupati Bulungan, Syarwani.

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan terus memperkuat komitmen menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Hal itu terungkap dalam workshop peningkatan kapasitas calon tim kerja pelaksanaan area dengan nilai konservasi tinggi daerah (ANKTD) Bulungan 2026.

Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, Bulungan merupakan daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam (SDA) dan keanekaragaman hayati yang sangat besar. Hutan, kawasan perairan, habitat satwa liar hingga berbagai fungsi ekologis lainnya menjadi aset penting yang harus dijaga bersama.
“Bulungan dianugerahi kekayaan alam yang sangat berharga. Semua itu tidak hanya menjadi penopang kehidupan masyarakat saat ini, tetapi juga merupakan warisan yang harus kita jaga untuk generasi mendatang,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Selasa (16/6).

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sumber daya alam. Karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan ruang dan perlindungan kawasan bernilai penting.
“Kita membutuhkan keseimbangan antar pembangunan ekonomi dengan perlindungan terhadap kawasan yang memiliki nilai penting bagi fungsi ekologis, sosial, budaya maupun ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Dalam upaya memperkuat perlindungan kawasan tersebut, Pemda Bulungan telah menetapkan Peraturan Bupati (Perbup) Bulungan Nomor 26 Tahun 2025 tentang Pedoman Identifikasi, Pengelolaan, dan Pemantauan Area dengan Nilai Konservasi Tinggi (ANKT). Ia menilai regulasi tersebut menjadi dasar penting agar setiap proses pembangunan dan pemanfaatan ruang di  Bulungan tetap memperhatikan keberadaan kawasan konservasi.
“Peraturan ini menjadi landasan agar pembangunan tetap berjalan dengan memperhatikan area yang memiliki nilai konservasi tinggi,” katanya.

Namun, kata dia, keberadaan regulasi tersebut, menurutnya, tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan teknis dan pemahaman yang baik.
“Peraturan yang telah ditetapkan tentu tidak akan optimal tanpa dukungan sumber daya manusia yang memiliki kapasitas, pemahaman, dan komitmen kuat dalam pelaksanaannya,” ungkapnya.

Melalui workshop tersebut, Bupati berharap calon tim kerja ANKTD mampu memahami mekanisme pelaksanaan regulasi, meningkatkan kemampuan identifikasi kawasan, serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan.
“Peserta diharapkan mampu memahami substansi Peraturan Bupati Nomor 26 Tahun 2025, meningkatkan kemampuan teknis, serta menyusun langkah kerja yang efektif dalam pengelolaan dan pemantauan ANKTD secara berkelanjutan,” tuturnya.

Selain itu, Syarwani mendorong adanya kolaborasi antar perangkat daerah, dunia usaha, akademisi, masyarakat dan mitra pembangunan agar pengelolaan kawasan konservasi dapat berjalan secara terpadu.
“Perlindungan nilai konservasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan Kabupaten Bulungan,” tegasnya.

Ia menekankan, upaya menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi bukanlah bentuk pembatasan pembangunan. Sebaliknya, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk memastikan pembangunan tetap berkelanjutan.
“Perlindungan terhadap area bernilai konservasi tinggi bukan untuk menghambat pembangunan. Justru ini menjadi investasi agar pembangunan dapat terus berjalan dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan yang mengabaikan aspek lingkungan berpotensi menimbulkan dampak besar, baik terhadap ekologi, sosial, maupun ekonomi masyarakat.
“Jika lingkungan tidak dijaga, dampaknya akan dirasakan bersama. Karena itu, pembangunan harus dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan,” tambahnya.

Syarwani berharap hasil workshop tersebut dapat menghasilkan tim kerja yang kompeten, profesional, dan mampu menjalankan tugas sesuai amanat regulasi yang telah ditetapkan.
“Kita ingin terbentuk tim kerja yang mampu menjalankan tugas dengan baik sehingga pengelolaan ANKTD benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan