TANJUNG SELOR - Kinerja pengelolaan keuangan Pemkab Bulungan mencatatkan hasil positif. Realisasi pendapatan daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bulungan 2025 berhasil melampaui target, dengan capaian mencapai Rp 2,06 triliun atau sebesar 107,05 persen.
Capaian tersebut disampaikan Bupati Bulungan Syarwani dalam Rapat Paripurna Ke-3 Masa Persidangan II Tahun 2026 terkait penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Bulungan 2025.
Syarwani menjelaskan, pendapatan daerah pada APBD 2025 sebelumnya ditargetkan sebesar Rp 1,92 triliun. Namun hingga 31 Desember 2025, realisasi pendapatan berhasil mencapai Rp 2.063.141.752.135,91.
“Realisasi pendapatan daerah Kabupaten Bulungan Tahun Anggaran 2025 mencapai 107,05 persen dari target yang telah ditetapkan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (15/6).
Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari optimalisasi berbagai sumber pendapatan daerah, termasuk pendapatan asli daerah (PAD) dan pendapatan transfer.
“Pendapatan asli daerah juga menunjukkan kinerja positif. Dari target sebesar Rp 219,38 miliar, realisasi PAD mencapai Rp 249,44 miliar atau sebesar 113,70 persen,” katanya.
Selain PAD, pendapatan transfer dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya turut memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan daerah. Transfer pemerintah pusat melalui dana perimbangan terealisasi sebesar Rp 1,61 triliun atau 109,21 persen dari target.
Syarwani menegaskan, peningkatan pendapatan daerah menjadi salah satu modal penting dalam mendukung pembiayaan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Bulungan.
“Optimalisasi pendapatan daerah harus terus dilakukan dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap aturan, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan,” tegasnya.
Selain capaian pendapatan, Pemda Bulungan juga mencatatkan pengelolaan keuangan yang baik dengan kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Predikat tersebut menjadi capaian ketujuh yang berhasil diraih Pemkab Bulungan.
“Opini WTP ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, termasuk DPRD, Forkopimda, perangkat daerah, serta masyarakat yang ikut mendukung proses pembangunan daerah,” ungkapnya.
Dalam laporan pertanggungjawaban APBD 2025, belanja daerah Bulungan dianggarkan sebesar Rp 2,50 triliun dengan realisasi mencapai Rp 2,13 triliun atau 85,12 persen. “Pengelolaan belanja daerah diarahkan untuk mendukung program prioritas pembangunan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemda Bulungan akan terus memperkuat tata kelola pemerintahan melalui peningkatan kualitas perencanaan, penganggaran hingga pelaporan keuangan.
“Kita tidak hanya mengejar capaian angka, tetapi memastikan setiap anggaran yang digunakan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujarnya.
Ke depan, Pemda Bulungan berkomitmen menjaga kinerja fiskal daerah agar pembangunan tetap berjalan berkesinambungan.
“Keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kualitas pengelolaan keuangan dan kerja bersama seluruh elemen daerah. Karena itu, komitmen transparansi dan akuntabilitas harus terus dijaga,” pungkasnya. (jai/lim)