TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan resmi melantik lima pejabat pimpinan tinggi pratama (JPTP) hasil seleksi terbuka (selter) 2026. Pengisian jabatan strategis tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Bulungan, Syarwani mengatakan, proses pengisian JPTP telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Seluruh tahapan dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi, kualifikasi, rekam jejak, integritas serta kebutuhan organisasi.
“Proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan mempertimbangkan kompetensi, kualifikasi, rekam jejak, integritas, serta kebutuhan organisasi,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (15/6).
Dalam pelantikan tersebut, Dyah Astutik yang sebelumnya menjabat Inspektur Pembantu Investigasi dan Pengaduan Masyarakat Inspektorat Bulungan dipercaya menduduki jabatan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Setkab Bulungan.
"Muhammad Saleh yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setkab Bulungan dilantik sebagai Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bulungan," ungkapnya.
Selanjutnya, Leni Ernalina yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setkab Bulungan mendapat amanah baru sebagai Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (DKOP) Bulungan. Sementara itu, Sayid Abdurahman yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Bulungan dilantik sebagai Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) Bulungan. Sedangkan Ir. M. Fakhruddin yang sebelumnya menjabat Kepala Bagian Barang dan Jasa Setkab Bulungan dipercaya memimpin Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPRKPP) Bulungan.
“Saya berharap pejabat yang dilantik mampu menunjukkan profesionalisme dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan Kabupaten Bulungan,” tegasnya.
Ia meminta pejabat baru membangun budaya kerja yang berorientasi pada hasil. Menurutnya, setiap program dan kegiatan pemerintah harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Setiap program dan kegiatan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendukung pencapaian visi pembangunan daerah,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik. Aparatur pemerintah, lanjutnya, harus mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, dan responsif.
“Masyarakat mengharapkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, responsif, serta bebas dari praktik yang dapat merusak kepercayaan publik,” ungkapnya.
Selain itu, Syarwani meminta seluruh perangkat daerah memperkuat koordinasi dan kolaborasi. Menurutnya, tantangan pembangunan tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri.
“Tantangan pembangunan saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan sinergi, komunikasi yang baik dan semangat bekerja sebagai satu tim,” jelasnya.
Syarwani mengingatkan agar pejabat yang diberi amanah menjaga integritas dan disiplin dalam menjalankan tugas. Setiap pemimpin perangkat daerah harus menjadi contoh bagi jajaran di bawahnya.
“Jadilah teladan bagi seluruh jajaran yang dipimpin. Hindari penyalahgunaan wewenang, junjung tinggi etika birokrasi, serta patuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” pesan Syarwani.
Ia menambahkan, perkembangan zaman menuntut birokrasi untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Pemanfaatan teknologi informasi serta penyederhanaan proses kerja menjadi langkah penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif.
“Terus berinovasi dan adaptif terhadap perubahan. Pemanfaatan teknologi informasi serta berbagai terobosan pelayanan perlu dikembangkan guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, dan akuntabel,” tuturnya.
Menurutnya, kualitas sumber daya aparatur menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembangunan daerah. Karena itu, seluruh jajaran Pemkab Bulungan diminta memperkuat komitmen pengabdian.
“Keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kualitas sumber daya aparatur yang menjalankan roda pemerintahan,” kata Syarwani.
Ia pun meminta para pejabat yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja masing-masing, membangun komunikasi dengan seluruh jajaran, serta menciptakan suasana kerja yang kondusif.
“Kepada pejabat yang baru dilantik, segera menyesuaikan diri dengan tugas dan lingkungan kerja masing-masing. Rangkul seluruh jajaran dan buktikan kepercayaan yang diberikan melalui prestasi serta kinerja terbaik,” pungkasnya. (jai/lim)