Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Dominasi Open Turnamen Petanque Kaltara, FOPI Bulungan Panaskan Mesin Menuju Porprov

Taslee • Selasa, 16 Juni 2026 | 13:05 WIB
JUARA : Deretan atlet muda FOPI Bulungan menerima pengaluangan medali dari Ketua Koni Bulungan, Heru  Rachmady.
(Taslee/Radar Tarakan)
JUARA : Deretan atlet muda FOPI Bulungan menerima pengaluangan medali dari Ketua Koni Bulungan, Heru  Rachmady. (Taslee/Radar Tarakan)

 

TANJUNG SELOR - Kabupaten Bulungan menunjukkan dominasinya pada Open Turnamen Petanque Tingkat Pelajar dan Umum Se-Kaltara Tahun 2026 yang digelar Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Bulungan di Lapangan Petanque Agatis, Tanjung Selor, 12–14 Juni 2026.

Tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara, turnamen ini dimanfaatkan sebagai arena pembuktian kemampuan atlet sekaligus seleksi menuju Pra-Porprov II Kalimantan Utara di Kabupaten Malinau. 

Dari hasil akhir pertandingan, Bulungan tampil sebagai Juara Umum setelah mendominasi podium pada hampir seluruh nomor yang dipertandingkan.

Sebanyak 52 atlet ambil bagian dalam kejuaraan tersebut, terdiri dari 31 atlet Bulungan, 17 atlet Tarakan, dan 4 atlet Malinau. 

Mereka bersaing pada tiga kategori, yakni Double Kadet (Pelajar), Double Umum, dan Triple Umum.

Ketua FOPI Bulungan, Dhani Alam Gracia, menegaskan bahwa turnamen ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan dan pemetaan kekuatan atlet menjelang agenda kompetisi yang lebih besar.

"Kejuaraan ini menjadi tolok ukur kesiapan atlet. Kami tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga melihat mental bertanding, konsistensi permainan, dan kemampuan atlet menghadapi tekanan kompetisi. Hasilnya akan menjadi bahan evaluasi dalam menentukan skuad terbaik menuju Pra-Porprov," tegas Dhani.

Menurutnya, hasil yang diperoleh para atlet selama turnamen menjadi gambaran awal kekuatan Petanque Bulungan. 

Namun, ia mengingatkan masih banyak aspek yang harus dibenahi sebelum menghadapi ajang Pra-Porprov.

"Juara dalam turnamen ini bukan jaminan aman menuju Pra-Porprov. Atlet yang terpilih nantinya adalah mereka yang mampu menjaga performa, disiplin latihan, dan menunjukkan perkembangan yang konsisten," ujarnya.

Pada nomor Double Kadet, pasangan Qayla dan Aqila Jasmin dari Bulungan berhasil merebut gelar juara pertama. 

Posisi runner-up ditempati Raja dan Daffi dari Bulungan, sementara juara ketiga bersama diraih pasangan Okta dan Arya dari Bulungan serta Riski dan Sultan dari Tarakan.

Di kategori Double Umum, pasangan Hendra dan Kinong dari Bulungan tampil dominan hingga mengamankan posisi puncak. 

Sementara pasangan Jihan dan Ratu menjadi runner-up, disusul Heri dan Rajo serta Raga dan Cinta yang berbagi posisi ketiga.

Dominasi Bulungan kembali terlihat pada nomor Triple Umum. Tim Raga, Cinta dan Gusti sukses meraih gelar juara pertama setelah tampil konsisten sepanjang pertandingan. 

Posisi kedua diraih tim Jihan, Ratu dan Ardila, sedangkan juara ketiga bersama ditempati tim Amin, Dedet dan Fitri dari Tarakan serta tim Rere, Yasmin dan Imel dari Bulungan.

"Mudah-mudahan hasil positif bisa kita bawa sampai Porprov nanti," ujarnya.

Ketua KONI Bulungan, Heru Rachmady, yang menutup turnamen secara resmi menilai kejuaraan tersebut menjadi wadah penting untuk mengukur kualitas atlet sekaligus menyiapkan regenerasi menuju level yang lebih tinggi.

"Saya melihat banyak atlet potensial yang tampil dalam turnamen ini. Kompetisi seperti ini harus terus digelar karena menjadi sarana pembinaan yang efektif. Jika dilakukan secara berkelanjutan, saya optimistis Bulungan dan Kaltara akan melahirkan atlet Petanque yang mampu bersaing tidak hanya di Porprov, tetapi juga hingga tingkat nasional," ujarnya.

Heru menilai keberhasilan Bulungan mendominasi turnamen tidak boleh membuat atlet cepat berpuas diri. 

Menurutnya, tantangan sesungguhnya justru akan dimulai saat menghadapi Pra-Porprov yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh daerah.

"Jangan cepat puas dengan hasil hari ini. Prestasi harus dijadikan motivasi untuk berlatih lebih keras. Persaingan ke depan akan semakin ketat dan membutuhkan kesiapan fisik, teknik maupun mental bertanding yang lebih matang," katanya.

Ia juga meminta pengurus cabang, pelatih dan atlet terus menjaga kekompakan serta konsistensi program pembinaan agar prestasi yang diraih saat ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

"Pembinaan tidak boleh berhenti setelah turnamen selesai. Justru setelah ini pekerjaan besar dimulai untuk menyiapkan atlet yang benar-benar siap membawa nama Bulungan di Pra-Porprov maupun Porprov nanti," pungkas Heru. (*)

Editor : Sopian Hadi
#pentaque #koni #porprov #bulungan