TANJUNG SELOR -Target tahunan investasi di Kabupaten Bulungan menunjukkan tren positif.
Hingga medio bulan Juni ini, nilai investasi yang masuk di Kabupaten Bulungan telah menyentuh angka Rp 10 triliun.
Angka tersebut telah mendekati target investasi tahun 2026 sebesar Rp 16 triliun.
Bupati Bulungan Syarwani dalam keterangannya mengatakan, dengan sisa waktu menuju penghujung tahun 2026, target yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), maupun target internal Pemkab Bulungan akan terpenuhi.
"Kita optimis target investasi tahun 2026 sebesar Rp 16 triliun akan terpenuhi. Sampai bulan Juni ini saja, kita sudah mencatat nilai investasi yang masuk sebesar Rp 10 triliun," ungkap Syarwani.
Pesatnya investasi di Kabupaten Bulungan berasal dari berbagai sektor.
Baik dari di sektor jasa, konstruksi maupun pelaburan lainnya.
Kondisi ini cukup memberi angin segar bagi pendudik lokal dalam mendapatkan kesempatan kerja.
Dikatakan Syarwani, dalam kesempatan even Job Fair baru-baru ini, sedikitnya 600 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor di buka untuk masyarakat luas.
Kendati begitu, tingginya peluang kerja harus berangi dengan kompetensi yang dibutuhkan industri.
Menurut bupati, tantangan terkini adalah menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, memiliki skil kerja yang mumpuni serta memiliki kompetensi untuk bisa bersaing dengan pencari kerja dari luar daerah.
"Meningkatnya investasi di daerah, akan sejalan dengan tingginya peluang kerja. Untuk itu, SDM-SDM lokal kita harus benar-benar disiapkan secara kompetensi; skil dan keterampilan yang dibutuhkan berbagai industri," imbuhnya.
Guna merespon permintaan tenaga kerja yang terus meningkan ke depan, dikatakan bupati, pemerintah daerah akan menyiapkan upaya pelatihan khusus bagi SDM lokal agar dapat bekerjasama dengan sektor swasta.
Generasi Bulungan turut diharapkan mengasah kemampuan dan memperbanyak pelatihan agar memiliki skil kerja yang mumpuni.
"Kita harus menyiapkan generasi muda Bulungan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Jika diperlukan pelatihan khusus, pemerintah siap bekerjasama dengan sektor swasta untuk meningkatkan kualitas SDM daerah," tambahnya.
Sebagai gambaran, masih dikatakan bupati, realisasi investasi daerah pada tahun 2020 silam masih di angka Rp 1,5 triliun.
Kemudian pada tahun 2025, realisasi investasi sudah berada di angka Rp 20 triliun. Kenaikan nilai investasi terus mengalami kenaikan signifikan setiap tahunnya.
Iklim investasi yang sehat akan memberi dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Berbagai lini akan ikut merasakan dampak positif ketika pelaburan terus masuk dan bertambah.
Kegiatan ekonomi riil masyarakat secara otomatis akan ikut meningkat tajam. (dra)
Editor : Sopian Hadi