Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Menuju Bebas Malaria, Pemkab Bulungan Perkuat Surveilans hingga Deteksi Dini

Fijai RT • Senin, 15 Juni 2026 | 09:01 WIB
RAPAT: Bupati Bulungan Syarwani memimpin rapat bersama Tim Eliminasi Malaria. FOTO: RADAR TARAKAN
RAPAT: Bupati Bulungan Syarwani memimpin rapat bersama Tim Eliminasi Malaria. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus memperkuat upaya percepatan eliminasi malaria melalui peningkatan surveilans, deteksi dini serta perluasan akses layanan kesehatan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen daerah untuk mewujudkan Bulungan bebas malaria sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang sehat dan produktif.

Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan bahwa malaria masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat yang perlu mendapat perhatian serius. Menurutnya, eliminasi malaria bukan sekadar program kesehatan, melainkan investasi jangka panjang dalam pembangunan daerah.
“Keberhasilan eliminasi malaria akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, produktivitas tenaga kerja, peningkatan kualitas pendidikan, serta percepatan pembangunan daerah secara keseluruhan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (10/6).

Ia menjelaskan, Pemda Bulungan terus memperkuat berbagai program pengendalian malaria, mulai dari peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, penguatan sistem surveilans, hingga memperluas akses diagnosis dan pengobatan bagi masyarakat yang berisiko terpapar penyakit tersebut.
“Melalui berbagai program dan kegiatan yang telah dilaksanakan, Pemerintah Kabupaten Bulungan terus berupaya memperkuat surveilans malaria, meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperluas akses diagnosis dan pengobatan, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian malaria,” ungkapnya.

Menurutnya, pencapaian target eliminasi malaria tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan semata. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, dukungan pemerintah pusat dan provinsi, serta partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat.
“Kami menyadari bahwa pencapaian eliminasi malaria memerlukan komitmen yang kuat, kerja sama lintas sektor, dukungan masyarakat, serta sistem pelayanan kesehatan yang mampu melakukan pencegahan, deteksi dini, pengobatan yang tepat, dan pengendalian faktor risiko secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi, mulai dari mobilitas penduduk yang tinggi hingga kondisi lingkungan yang berpotensi mendukung berkembangnya vektor penyebab malaria. Karena itu, evaluasi dan pendampingan dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi dinilai sangat penting untuk memperkuat langkah percepatan eliminasi malaria di daerah.
“Kegiatan assessment dan pendampingan ini memiliki nilai yang sangat strategis, tidak hanya sebagai sarana evaluasi terhadap capaian yang telah diraih, tetapi juga untuk memperoleh masukan dan rekomendasi guna menyempurnakan program yang sedang berjalan,” ungkapnya.

Syarwani meminta seluruh perangkat daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, puskesmas, rumah sakit, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung penuh proses penilaian eliminasi malaria dengan menyampaikan data dan informasi secara terbuka, objektif, dan akurat.
“Saya berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan penuh terhadap proses assessment ini sehingga hasil yang diperoleh benar-benar menjadi dasar penguatan program eliminasi malaria di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap malaria dengan menjaga kebersihan lingkungan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
“Saya juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan untuk terus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala yang mengarah pada malaria agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” katanya.

Pemda Bulungan optimistis dengan dukungan seluruh pihak, target eliminasi malaria dapat tercapai secara berkelanjutan. Keberhasilan tersebut diyakini akan menjadi fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan memiliki daya saing tinggi di masa depan.
“Keberhasilan eliminasi malaria bukan hanya keberhasilan sektor kesehatan, tetapi merupakan keberhasilan seluruh masyarakat Kabupaten Bulungan dalam mewujudkan daerah yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan