TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan resmi baru saja menggelar Bulungan Job Fair 2026 bertema "Bermartabat dengan Bekerja" di Gedung Wanita Tanjung Selor, baru-baru ini:
Kegiatan yang dibuka Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si didampingi Wakil Bupati Kilat, A.Md tersebut menghadirkan 23 perusahaan yang menyediakan sekitar 600 lowongan pekerjaan dari berbagai sektor.
Bupati Syarwani mengapresiasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bulungan serta seluruh pemangku kepentingan yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Job Fair menjadi sarana penting untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha sekaligus menyampaikan informasi peluang kerja yang tersedia di daerah.
Dia juga menegaskan, pembukaan lowongan kerja sebagai langkah konkrit pemerintah dalam menjawab lonjakan investasi di Bulungan.
"Antisipasi lonjakan investasi," sebut Syarwani.
"Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat mengetahui berbagai peluang kerja yang disediakan oleh pelaku usaha yang berinvestasi di Kabupaten Bulungan," ujarnya menambahkan.
Syarwani menjelaskan, meningkatnya peluang kerja sejalan dengan pertumbuhan investasi yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Jika pada 2020 realisasi investasi di Bulungan berada di kisaran Rp1,5 triliun, maka pada 2025 meningkat menjadi Rp20,8 triliun, melampaui target yang ditetapkan Provinsi Kalimantan Utara maupun target internal pemerintah daerah.
Tren positif tersebut berlanjut pada 2026. Hingga triwulan pertama, realisasi investasi di Kabupaten Bulungan telah mencapai sekitar Rp10 triliun atau lebih dari separuh target tahunan yang ditetapkan sebesar Rp16 triliun.
Meski peluang kerja terus bertambah, Bupati menilai tantangan terbesar saat ini adalah menyiapkan tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri.
Karena itu, Job Fair tidak hanya menjadi ajang rekrutmen, tetapi juga wadah berbagi informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja pada masa mendatang.
"Kita harus menyiapkan generasi muda Bulungan agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Jika diperlukan pelatihan khusus, pemerintah siap bekerja sama dengan sektor swasta untuk meningkatkan kualitas SDM daerah," tutupnya. (*)
Editor : Sopian Hadi