TANJUNG SELRO - Pemerintah Kabupaten Bulungan terus berupaya meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN), khususnya dalam pengelolaan keuangan daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Perbendaharaan Keuangan Daerah yang dibuka Wakil Bupati Bulungan Kilat, A.Md di Aula Benuanta BKPSDM Bulungan, baru-baru ini.
Kegiatan yang diikuti 40 peserta perwakilan perangkat daerah ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Bulungan Ir. H. Risdianto, S.Pi., M.Si, sejumlah kepala OPD, serta menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri.
Kepala BKPSDM Bulungan, Nurdiana, S.Kom., M.M, dalam laporannya menjelaskan bahwa diklat diselenggarakan untuk meningkatkan kompetensi ASN dalam pengelolaan keuangan daerah yang transparan, akuntabel, dan sesuai peraturan perundang-undangan. Pelatihan dilaksanakan secara virtual pada 8-9 Juni dan dilanjutkan secara klasikal pada 10-12 Juni 2026.
"Peserta mendapatkan materi mulai dari kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah, struktur APBD, siklus penganggaran, pembukuan transaksi keuangan hingga pemeriksaan pelaksanaan APBD," jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Nurdiana juga memperkenalkan platform digital Rumah Belajar Bulungan, sebuah sistem pembelajaran berbasis pengetahuan yang dikembangkan BKPSDM bersama DKIP Bulungan untuk mendukung peningkatan kompetensi ASN.
Menurutnya, platform tersebut menyediakan berbagai materi pembelajaran seperti regulasi, standar operasional prosedur, panduan aplikasi pemerintahan, dokumentasi inovasi daerah, hingga praktik-praktik baik yang dapat diakses seluruh ASN di lingkungan Pemkab Bulungan.
Sementara itu, Wakil Bupati Kilat menegaskan bahwa pengelolaan keuangan daerah saat ini dituntut semakin tertib, transparan, dan akuntabel.
Karena itu, ASN yang menangani keuangan daerah harus memiliki pemahaman yang baik terhadap sistem perbendaharaan, administrasi keuangan, serta mekanisme pertanggungjawaban anggaran.
"Pengelolaan keuangan daerah harus semakin tertib, efisien, transparan dan akuntabel. Melalui diklat ini, kita harapkan jajaran ASN semakin cermat dalam mengelola keuangan di masing-masing OPD," pesan Kilat.
Dia menambahkan, di tengah situasi efisiensi secara nasional, dikatakan Kilat, dibutuhkan kehati-hatian dan kepekaan dalam membelanjakan anggaran daerah.
Skala prioritas dan penghematan pada pos-pos tidak produktif, harus benar-benar di terapkan.
Kilat juga mengapresiasi hadirnya Rumah Belajar Bulungan sebagai inovasi pengembangan SDM ASN. Menurutnya, platform tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah. (*)
Editor : Sopian Hadi