Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Seluruh Anak Wajib Mendapat Kesempatan Belajar

Taslee • Selasa, 9 Juni 2026 | 17:01 WIB
ALAT BANTU: Puluhan anak sekolah berkebutuhan khusus di Bulungan diberikan bantuan kacamata oleh pemerintah daerah beberapa waktu lalu.(FOTO: TASLEE/RADAR TARAKAN)
ALAT BANTU: Puluhan anak sekolah berkebutuhan khusus di Bulungan diberikan bantuan kacamata oleh pemerintah daerah beberapa waktu lalu.(FOTO: TASLEE/RADAR TARAKAN)

 

TANJUNG SELOR – Bupati Bulungan Syarwani, S.Pd., M.Si., menyoroti sejumlah persoalan pendidikan dan perlindungan anak yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Bulungan.

Salah satunya adalah masih ditemukannya anak-anak usia sekolah yang tidak memperoleh kesempatan belajar secara optimal akibat berbagai faktor sosial dan ekonomi.

Bupati turut menekankan pendidikan anak berkebutuhan khusus juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan pendidikan inklusi yang berkeadilan, merata, dan setara.

Komitmen tersebut terlihat melalui kebijakan Pemkab Bulungan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan yang memberikan alat bantu bagi anak sekolah berkebutuhan khusus. Salah satunya bantuan kacamata bagi anak yang membutuhkan.

Menurut Syarwani, pendidikan merupakan salah satu fondasi utama pembangunan daerah.

Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu terlibat dalam memastikan anak-anak Bulungan tetap mendapatkan hak pendidikan yang layak dan tumbuh dalam lingkungan yang sehat.

Bupati mengungkapkan keprihatinannya setelah menemukan sejumlah fenomena sosial yang melibatkan anak-anak usia sekolah.

Ia menyebut masih ada pelajar usia SMP dan SMA yang terlibat dalam pergaulan berisiko, serta anak-anak usia sekolah dasar yang masih berada di luar rumah hingga larut malam untuk berjualan di sejumlah lokasi di Tanjung Selor.

“Kita tidak bisa membayangkan bagaimana masa depan mereka apabila pada usia sekolah sudah tidak dapat belajar dan beraktivitas secara maksimal. Ini menjadi perhatian bersama yang harus segera kita tangani,” ujar Syarwani.

Ia menegaskan, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Peran keluarga, masyarakat, tokoh agama, organisasi sosial, hingga para lansia dinilai sangat penting dalam membangun kesadaran dan memberikan pendampingan kepada generasi muda.

Syarwani juga mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta perangkat daerah terkait untuk menindaklanjuti temuan-temuan di lapangan, termasuk melakukan pendataan dan komunikasi dengan keluarga yang anak-anaknya berpotensi putus sekolah.

“Kita ingin memastikan anak-anak Bulungan tetap bersekolah. Apa pun persoalannya, baik faktor ekonomi maupun faktor sosial lainnya, harus kita cari solusinya bersama,” katanya.

Selain persoalan akses pendidikan, bupati juga mengingatkan ancaman lain yang dihadapi generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, tindak kekerasan, dan kriminalitas yang berpotensi mengganggu masa depan anak-anak.

Karena itu, penguatan pendidikan karakter dan pengawasan lingkungan menjadi hal yang tidak kalah penting.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya diukur dari ketersediaan sekolah dan tenaga pendidik, tetapi juga dari kemampuan seluruh masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.

“Ini adalah tanggung jawab kita bersama untuk membangun keluarga dan menyiapkan masa depan anak-anak Bulungan yang lebih baik,” tegas Syarwani.

Bupati berharap kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat terus diperkuat sehingga seluruh anak di Kabupaten Bulungan memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik. (*)

Editor : Sopian Hadi
#disdikbud #pemkab #pendidikan #bulungan