TANJUNG SELOR - Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kabupaten Bulungan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing atlet daerah.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar program pelatihan intensif selama empat bulan terhitung mulai pekan ini, di Lapangan Agatis, Tanjung Selor Hilir.
Program pembinaan tersebut melibatkan sebanyak 20 atlet Petanque Bulungan yang akan menjalani latihan secara terstruktur dan berkelanjutan di bawah pendampingan pelatih Ahmad Rosali.
Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sekaligus upaya membangun fondasi prestasi olahraga Petanque di Bumi Tenguyun.
Ketua FOPI Bulungan, Dhani Alam Gracia, mengatakan pihaknya berupaya memberikan pembinaan terbaik agar para atlet mampu berkembang secara maksimal, baik dari sisi teknik, strategi permainan maupun mental bertanding.
Menurutnya, keberhasilan sebuah cabang olahraga tidak hanya ditentukan oleh bakat atlet, tetapi juga konsistensi pembinaan yang dilakukan sejak dini.
“Program ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam membangun prestasi olahraga Petanque di Bulungan. Kami ingin para atlet mendapatkan kesempatan berlatih secara optimal sehingga mampu meningkatkan kemampuan dan tampil kompetitif di setiap kejuaraan yang diikuti,” ujar Dhani.
Ia menjelaskan, dukungan berbagai pihak, termasuk KONI Bulungan, menjadi motivasi bagi pengurus untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan.
Dengan latihan yang berkesinambungan, FOPI berharap mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami menargetkan adanya peningkatan kualitas atlet secara menyeluruh. Tidak hanya mengejar hasil dalam jangka pendek, tetapi juga menyiapkan regenerasi atlet yang kuat untuk masa depan olahraga Petanque di Bulungan. Karena itu, disiplin, komitmen, dan semangat berlatih harus menjadi budaya yang terus dijaga oleh seluruh atlet,” tambahnya.
Sementara itu, pelatih pendamping Ahmad Rosali mengaku optimistis dengan potensi yang dimiliki para atlet Bulungan.
Ia menilai antusiasme dan semangat yang ditunjukkan peserta selama mengikuti latihan menjadi modal penting dalam proses pembentukan atlet berprestasi.
Menurut Ahmad, program latihan yang dijalankan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan mental juara yang menjadi faktor penentu saat menghadapi persaingan di arena pertandingan.
“Saya melihat para atlet memiliki semangat yang luar biasa untuk berkembang. Itu menjadi modal yang sangat penting. Dengan latihan yang disiplin, kerja keras, serta kemauan untuk terus belajar, saya yakin kemampuan mereka akan meningkat secara signifikan dalam beberapa bulan ke depan,” kata Ahmad.
Ia menambahkan, seorang atlet tidak cukup hanya menguasai teknik bermain, tetapi juga harus memiliki mental yang kuat, rasa percaya diri, serta kemampuan menjaga fokus saat bertanding.
Karena itu, aspek mental akan menjadi salah satu perhatian utama selama program pelatihan berlangsung.
“Kami ingin menciptakan atlet yang tidak hanya terampil secara teknik, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan siap menghadapi tekanan pertandingan. Jika konsistensi latihan ini terus terjaga, saya optimistis atlet-atlet Bulungan mampu bersaing dan meraih prestasi membanggakan pada ajang Porprov maupun kejuaraan lainnya,” pungkasnya. (*)
Editor : Sopian Hadi