TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Bulungan kembali memprioritaskan pembangunan infrastruktur jalan pada 2026. Salah satu proyek utama yang akan dikerjakan tahun ini adalah pengaspalan jalan di wilayah Ilanun, Kecamatan Tanjung Palas Barat, Bulungan dengan nilai anggaran sekitar Rp 6 miliar.
Kepala DPUPR Bulungan, Adriani, mengatakan pekerjaan infrastruktur jalan tahun ini tersebar di sejumlah kecamatan, mulai dari Tanjung Palas Barat, Tanjung Selor, Tanjung Palas Utara, Sekatak hingga Pulau Bunyu.
“Untuk tahun ini pekerjaan jalan tersebar di beberapa wilayah. Yang jelas, pengaspalan jalan di Ilanun, Kecamatan Tanjung Palas Barat, tetap menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah,” kata Adriani kepada Radar Kaltara, Selasa (2/6).
Menurut Adriani, panjang ruas jalan yang akan dikerjakan di kawasan Ilanun diperkirakan mencapai sekitar dua kilometer. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia dalam APBD tahun berjalan.
“Kalau untuk Tanjung Palas Barat, yang jelas pengaspalan di Ilanun itu tetap menjadi prioritas dengan nilai anggaran sekitar Rp 6 miliar. Panjang jalan yang dikerjakan kurang lebih dua kilometer,” ungkapnya.
Selain di Tanjung Palas Barat, Pemda Bulungan juga mengalokasikan anggaran untuk peningkatan sejumlah ruas jalan di kawasan perkotaan Tanjung Selor. Pekerjaan tersebut mencakup jalan lingkungan dan akses penghubung kawasan permukiman yang selama ini menjadi jalur aktivitas masyarakat.
“Kalau dalam kota juga ada beberapa titik pekerjaan jalan lingkungan dan akses penghubung permukiman, termasuk di sekitar kawasan Pasar Induk,” jelasnya.
Untuk mendukung program tersebut, DPUPR Bulungan menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 miliar khusus untuk pekerjaan jalan di wilayah perkotaan.
“Anggaran pekerjaan jalan dalam kota yang disiapkan tahun ini sekitar Rp 4 miliar,” ungkap Adriani.
Di sisi lain, rencana lanjutan peningkatan jalan di wilayah Tanjung Palas Timur menuju Binai belum dapat direalisasikan melalui APBD 2026. Pemerintah daerah masih menunggu kepastian sumber pendanaan lain guna melanjutkan pengerjaan ruas jalan tersebut.
“Untuk ruas jalan Tanjung Palas Timur menuju Binai, saat ini belum masuk dalam alokasi APBD 2026 karena masih menunggu kepastian sumber pendanaan,” terangnya.
Adriani mengakui masih banyak usulan pembangunan dan peningkatan jalan yang disampaikan masyarakat. Namun, keterbatasan kemampuan keuangan daerah membuat pemerintah harus melakukan skala prioritas terhadap program yang dianggap paling mendesak.
“Tidak semua usulan dapat diakomodasi sekaligus. Kami harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah dan mendahulukan ruas jalan yang tingkat kebutuhannya paling tinggi serta banyak digunakan masyarakat,” katanya.
Meski demikian, Pemda Bulungan memastikan pembangunan infrastruktur jalan tetap menjadi salah satu fokus utama pembangunan di Kabupaten Bulungan. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, keberadaan jalan yang memadai juga diharapkan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan memperlancar mobilitas masyarakat di berbagai kecamatan.
“Peningkatan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan dasar yang terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Kami berharap pekerjaan yang dilaksanakan tahun ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan memperkuat konektivitas antarwilayah di Bulungan,” pungkasnya. (jai/lim)