TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten Bulungan terus memperkuat sektor pertanian melalui program Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas sekitar 700 hektare.
Program tersebut diyakini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan beras dari luar daerah.
Komitmen itu ditegaskan dalam Sosialisasi Cetak Sawah Rakyat di Wilayah Kodim 0903/Bulungan Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Tanjung Selor, akhir pekan lalu.
Wakil Bupati Bulungan, Kilat, A.Md., mengatakan program cetak sawah tidak sekadar membuka lahan baru, namun menjadi upaya nyata menjadikan Bulungan sebagai salah satu sentra produksi beras di Kalimantan Utara.
Menurutnya, potensi lahan pertanian di Bulungan sangat besar apabila dikelola secara maksimal dan berkelanjutan.
“Kalau pengelolaannya berjalan baik, saya optimistis Bulungan bisa mandiri pangan dan tidak lagi bergantung pada impor beras. Bahkan ke depan kita bisa membantu memenuhi kebutuhan beras di daerah lain,” ujarnya.
Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, pemerintah daerah menyiapkan berbagai bantuan bagi petani, mulai dari benih unggul, pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga pendampingan teknis agar lahan yang dibuka benar-benar produktif.
Selain sosialisasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan Mutual Check 0 Persen (MC-0) sebagai tahap awal sebelum pekerjaan fisik dimulai.
Pemeriksaan meliputi kondisi lapangan, titik koordinat, desain teknis, hingga kesiapan konstruksi lahan.
Kepala Dinas Pertanian Bulungan, Kristiyanto, S.P., M.T., meminta kelompok tani memanfaatkan program tersebut secara serius dengan menanam padi minimal dua kali dalam setahun agar hasil produksi terus meningkat.
Sementara itu, Kepala Satker Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian Kelas II Banjarbaru, Abdul Sabur, S.Hut., M.P., menyebut program cetak sawah merupakan investasi besar pemerintah pusat.
Biaya pembukaan lahan bahkan mencapai lebih dari Rp30 juta per hektare.
Dari total sekitar 3.000 hektare program cetak sawah di Kalimantan Utara, sebanyak 700 hektare dialokasikan untuk Kabupaten Bulungan.
Tak hanya fokus pada pembukaan lahan baru, Pemkab Bulungan juga terus mengembangkan produksi padi lokal di sejumlah desa, salah satunya di Desa Antutan, Kecamatan Tanjung Palas. Padi lokal hasil pengembangan masyarakat kini mulai dipasarkan di sejumlah pasar tradisional di Bulungan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kedaulatan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui sektor pertanian yang lebih maju dan berdaya saing.(*)
Editor : Sopian Hadi