TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan terus bergerak cepat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan menargetkan pencetakan sawah baru seluas 772,61 hektare pada 2026. Hal itu terungkap dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Percepatan Pelaksanaan Konstruksi Cetak Sawah yang digelar di Depok, Jawa Barat.
Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto mengatakan, bimtek ini menjadi langkah strategis dalam memastikan kesiapan daerah menjalankan program cetak sawah secara optimal.
“Kegiatan ini penting untuk memastikan proses konstruksi berjalan sesuai standar teknis sehingga lahan yang dibuka benar-benar produktif,” kata Krisriyanto kepada Radar Kaltara, Selasa (19/5).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Komandan Kodim (Dandim) 0903/Bulungan serta jajaran staf Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP). Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi faktor kunci dalam menyukseskan program cetak sawah di lapangan.
“Sinergi antar pemerintah daerah dan TNI sangat diperlukan agar pelaksanaan berjalan efektif, terutama dalam percepatan konstruksi dan pengawasan,” katanya.
Selain pembekalan teknis, agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah penetapan luasan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) Tahun Anggaran 2026 untuk Kabupaten Bulungan. Berdasarkan hasil koordinasi dan verifikasi teknis, disepakati target luasan mencapai 772,61 hektare.
“Target ini diharapkan mampu menambah luas lahan produktif dan meningkatkan produksi padi di Bulungan secara signifikan,” tegasnya.
Ia menambahkan, melalui bimtek tersebut, Disperta Bulungan juga memperoleh penguatan kapasitas teknis dalam pelaksanaan konstruksi sawah, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi di lapangan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat realisasi program sekaligus meminimalkan kendala teknis.
“Harapan kami, lahan yang dicetak ini segera dapat dimanfaatkan petani untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Program cetak sawah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung swasembada pangan nasional.
“Ini bukan sekadar membuka lahan baru, tetapi memastikan keberlanjutan produksi pangan dan peningkatan ekonomi petani di masa depan,” pungkasnya. (jai/lim)