Harga TBS Sawit Mitra di Bulungan Tembus Rp 3.473 per Kilogram
Fijai RT• Senin, 11 Mei 2026 | 09:01 WIB
PERKEBUNAN: Tandan buah segar kelapa sawit di salah satu perusahaan di Bulungan.
TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian (Disperta) Bulungan menetapkan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit bagi pekebun bermitra untuk periode 1 hingga 15 Mei 2026. Berdasarkan data yang dikeluarkan, harga TBS tertinggi mencapai Rp 3.473,22 per kilogram (kg) untuk tanaman berusia 10 hingga 20 tahun.
Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto mengatakan, penetapan harga tersebut mengacu pada hasil penetapan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara.
“Informasi harga ini berlaku bagi pekebun bermitra untuk periode 1 sampai 15 Mei 2026,” kata Kristiyanto kepada Radar Kaltara, Minggu (10/5).
Berdasarkan data tersebut, harga TBS untuk tanaman usia tiga tahun ditetapkan sebesar Rp 3.011,68 per kg. Kemudian usia empat tahun Rp 3.070,28 per kg dan usia lima tahun mencapai Rp 3.201,04 per kg. Selanjutnya, tanaman usia enam tahun ditetapkan sebesar Rp 3.215,34 per kg, usia tujuh tahun Rp 3.236,48 per kg dan usia delapan tahun sebesar Rp3.297,24 per kilogram.
"Untuk harga TBS tanaman usia sembilan tahun mencapai Rp 3.358,46 per kilogram," ungkapnya.
Adapun harga tertinggi berada pada tanaman usia 10 hingga 20 tahun dengan nilai Rp 3.473,22 per kg. Dalam penetapan tersebut, harga crude palm oil (CPO) tercatat sebesar Rp 15.046,42 per kg dan harga kernel Rp14.759,94 per kg dengan indeks K sebesar 86,98 persen. Menurutnya, harga TBS tersebut penting sebagai acuan bagi pekebun sawit bermitra dalam melakukan transaksi penjualan hasil panen.
“Kami berharap informasi ini dapat menjadi pedoman bagi pekebun sekaligus memberikan kepastian harga bagi petani sawit di Bulungan,” katanya.
Ia menambahkan, stabilitas harga sawit diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan dan kesejahteraan pekebun di daerah.
“Perkebunan sawit masih menjadi salah satu sektor penopang ekonomi masyarakat, sehingga perkembangan harga TBS terus menjadi perhatian pemerintah,” pungkasnya. (jai/lim)