TANJUNG SELOR - Langit senja di Desa Jelarai Selor, Kecamatan Tanjung Selor, mendadak memerah, Kamis (7/5) sekitar pukul 18.00 Wita. Kobaran api melahap sebuah rumah milik warga hingga nyaris rata dengan tanah. Dalam hitungan menit, bangunan yang sebelumnya berdiri tenang itu berubah menjadi puing dan arang.
Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang berasal dari bagian dapur rumah milik Aden Apuy. Saat api mulai membesar, rumah diketahui dalam keadaan kosong.
Kapolresta Bulungan Kombes Pol Rofikoh Yunianto melalui Ps Kasubsi PIDM Sihumas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik.
“Penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik yang berasal dari bagian dapur rumah milik saudara Aden Apuy,” ujar Hadi kepada Radar Kaltara, Jumat (8/5).
Peristiwa itu pertama kali diketahui warga setelah terdengar teriakan anak-anak dari sekitar lokasi kejadian. Salah seorang tetangga korban, Yubang Aci, mengaku langsung keluar rumah setelah mendengar kepanikan warga. “Saat keluar rumah, saksi melihat api sudah membesar dari bagian belakang rumah,” katanya.
Di waktu yang hampir bersamaan, Jhon Aden, anak pemilik rumah menerima kabar mengejutkan dari warga. Sebelumnya, sekitar pukul 17.30 Wita, ia bersama istrinya meninggalkan rumah untuk mengunjungi keluarga yang berada tak jauh dari lokasi.
Namun ketika kembali, api sudah menjulang tinggi dan melahap hampir seluruh bangunan. “Sekitar pukul 18.00 Wita, saksi menerima informasi dari warga bahwa rumahnya terbakar. Saat kembali ke lokasi, api sudah dalam kondisi besar,” ungkap Hadi.
Warga sekitar sempat berupaya menyelamatkan barang-barang di dalam rumah. Pintu utama yang terkunci membuat mereka terpaksa mendobrak dan mencoba masuk melalui bagian dapur. Sayangnya, api terlanjur membesar.
“Saat berhasil masuk, kondisi dapur sudah terbakar hebat sehingga warga tidak memungkinkan melakukan pemadaman dan langsung keluar untuk mencari bantuan,” terangnya.
Tak lama berselang, petugas gabungan tiba di lokasi. Delapan unit mobil pemadam kebakaran milik BPBD Bulungan dikerahkan bersama satu unit armoured water cannon (AWC) milik Batalyon A Pelopor Polda Kaltara.
Kobaran api akhirnya berhasil dijinakkan sekitar pukul 19.30 Wita, setelah hampir satu setengah jam petugas berjibaku melakukan pemadaman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh bangunan rumah beserta sebagian besar harta benda korban hangus dilalap api.
“Kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp 400 juta dan korban jiwa nihil,” tegas Hadi.
Saat ini, Jhon Aden bersama istrinya untuk sementara mengungsi di rumah kerabat yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran. Sementara itu, pemilik rumah diketahui sedang berada di ladang di kawasan Km 57 saat peristiwa terjadi, sedangkan istrinya berada di Kabupaten Berau. (jai/lim)
Editor : Azward Halim