Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

BPS Catat Ketimpangan Gender di Bulungan Turun Tajam, Terbaik dalam Enam Tahun Terakhir

Fijai RT • Sabtu, 9 Mei 2026 | 23:28 WIB
Yuda Agus Irianto, kepala BPS Bulungan. FOTO; RADAR TARAKAN
Yuda Agus Irianto, kepala BPS Bulungan. FOTO; RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bulungan mencatat penurunan signifikan indeks ketimpangan gender (IKG) pada 2025. Angka IKG Bulungan turun menjadi 0,383 dari sebelumnya 0,496 pada 2024 atau mengalami penurunan sebesar 0,113 poin.

 

Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan capaian tersebut menjadi penurunan terbesar dalam enam tahun terakhir sekaligus menunjukkan perbaikan kondisi kesetaraan gender di Bulungan.

“Penurunan sebesar 0,113 poin ini merupakan yang terbesar selama enam tahun terakhir. Secara umum, kondisi tersebut menunjukkan kesetaraan gender di Kabupaten Bulungan terus mengalami perbaikan,” kata Kepada Radar Kaltara, Kamis (7/5).

 

Ia menjelaskan, sejak 2020 capaian IKG Bulungan memang masih berfluktuasi dari tahun ke tahun. Namun secara keseluruhan, tren yang terjadi menunjukkan arah positif. “Sejak 2020 hingga 2025, IKG Kabupaten Bulungan telah turun sebesar 0,074 poin. Artinya, ketimpangan gender secara bertahap berhasil ditekan,” ungkapnya.

 

Menurutnya, penurunan IKG pada 2025 dipengaruhi oleh membaiknya sejumlah indikator pada tiga dimensi penyusun indeks, terutama pada dimensi kesehatan reproduksi. “Proporsi perempuan usia 15 sampai 49 tahun yang melahirkan hidup tidak di fasilitas kesehatan mengalami penurunan signifikan, dari 0,084 pada 2024 menjadi 0,019 pada 2025,” jelasnya.

 

Perbaikan tersebut dinilai menjadi indikator penting bahwa risiko kesehatan reproduksi perempuan di Bulungan mulai berhasil diminimalkan. Meski demikian, BPS juga mencatat adanya peningkatan pada indikator perempuan usia 15-49 tahun yang melahirkan anak pertama di usia kurang dari 20 tahun. “Indikator MHPK20 meningkat sebesar 0,024 poin menjadi 0,326 pada 2025. Ini menjadi perhatian karena berkaitan dengan pernikahan dan kelahiran usia muda,” ungkapnya.

 

Pada dimensi pemberdayaan, jumlah anggota legislatif perempuan di Bulungan pada 2025 tercatat masih sebesar 8 persen, sementara laki-laki mencapai 92 persen. “Kondisi ini menunjukkan peran laki-laki dan perempuan dalam pengambilan keputusan masih belum mendekati kesetaraan,” tegasnya.

 

Namun demikian, indikator pendidikan menunjukkan perkembangan positif, terutama pada kelompok perempuan usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan minimal SMA. “Persentase perempuan usia 25 tahun ke atas yang berpendidikan SMA ke atas meningkat menjadi 44,89 persen pada 2025,” katanya.

 

Sementara itu, pada dimensi pasar tenaga kerja, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan mengalami peningkatan cukup signifikan. “TPAK perempuan mencapai 57,08 persen atau naik 3,57 poin dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan TPAK laki-laki justru turun menjadi 86,78 persen,” jelasnya.

 

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan partisipasi kerja perempuan di Bulungan tumbuh lebih cepat dibanding laki-laki.

 

Secara regional, Bulungan menjadi daerah dengan penurunan IKG terbesar ketiga di Kaltara setelah Tana Tidung dan Nunukan. “Seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Utara mengalami penurunan ketimpangan gender pada 2025. Ini menunjukkan adanya perbaikan secara umum di tingkat regional,” ujarnya.

 

Meski capaian Bulungan terus membaik, Yuda menegaskan masih terdapat sejumlah indikator yang perlu mendapat perhatian serius agar kesetaraan gender dapat terus meningkat di masa mendatang. “Perbaikan ini harus terus dijaga melalui penguatan akses pendidikan, kesehatan, dan kesempatan kerja yang setara bagi perempuan maupun laki-laki,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan