TANJUNG SELOR - Suasana belajar di SDN 015 Tanjung Selor, Bulungan tampak berbeda pada Rabu (6/5). Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gita Kamath bersama Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat ikut duduk di bangku kelas 3 untuk merasakan langsung proses pembelajaran inklusif di sekolah tersebut.
Kunjungan itu merupakan bagian dari implementasi program INOVASI, kerja sama pendidikan Indonesia-Australia yang telah berjalan sejak 2017. “Di sini saya melihat bagaimana guru benar-benar memahami perbedaan kemampuan siswa dan menyesuaikan pembelajaran agar semua anak bisa berkembang,” kata Gita kepada Radar Kaltara, Rabu (6/5).
Ia menilai penggunaan profil belajar siswa (PBS) menjadi instrumen penting dalam mendukung pembelajaran inklusif. Melalui data tersebut, guru dapat memetakan kemampuan, minat, dan kebutuhan belajar siswa sehingga proses pembelajaran lebih terarah dan fleksibel. “Pendekatan seperti ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dan para guru untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal,” ungkapnya.
Gita mengapresiasi pemanfaatan data dalam menentukan intervensi pendidikan, termasuk bantuan bagi siswa seperti kacamata dan dukungan belajar lainnya. Ia menekankan bahwa keterlibatan orang tua menjadi faktor penting dalam keberhasilan pendidikan inklusif. “Jika sistem pendidikan dirancang sesuai kebutuhan anak, hasilnya bukan hanya meningkatkan akses, tetapi juga kualitas pembelajaran secara keseluruhan,” tambahnya.
Sementara itu, Wabup Bulungan, Kilat menegaskan, pendidikan inklusif merupakan prioritas pembangunan daerah. Ia memastikan seluruh anak memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi.
“Setiap anak berhak belajar dan berkembang. Ini penting untuk masa depan daerah,” tegasnya.
Dijelaskan, sejak 2017 Pemda Bulungan bersama INOVASI telah menjalankan berbagai program, mulai dari pelatihan guru, penyediaan bahan ajar hingga pendampingan siswa yang mengalami kesulitan belajar. "Program tersebut kini menjangkau ratusan sekolah dengan dukungan APBD, dana BOS dan sektor swasta," ujarnya.
Ia menyebut sistem pembelajaran tersebut terbukti adaptif saat pandemi Covid-19, karena mampu menekan dampak kehilangan pembelajaran dan mempercepat pemulihan pendidikan. "Pemda Bulungan berkomitmen terus mengembangkan inovasi pendidikan, termasuk pembelajaran fleksibel, integrasi layanan kesehatan anak hingga pemanfaatan teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain itu, pelatihan bahasa isyarat bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai diperkenalkan untuk memperkuat layanan publik yang inklusif," ujarnya.
Kepala SDN 015 Tanjung Selor, Warsiyah menjelaskan, PBS dan asesmen kemampuan membaca menjadi dasar dalam merancang pembelajaran inklusif di sekolah. “Data ini sangat membantu guru dalam menyesuaikan pembelajaran sesuai kebutuhan siswa,” ujarnya.
Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Disdikbud Bulungan, Sahrial mengatakan, Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Inklusif terus memperkuat kapasitas guru dan pendampingan sekolah agar pembelajaran semakin adaptif. Kunjungan Wakil Duta Besar Australia tersebut menjadi simbol penguatan kerja sama Indonesia-Australia dalam membangun sistem pendidikan inklusif yang berkualitas dan menjangkau seluruh anak, termasuk di wilayah terpencil. “Ini menjadi bukti bahwa pendidikan inklusif di Bulungan terus berkembang dan mendapat perhatian internasional,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim