Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Inflasi Bulungan Tembus 3,10 Persen, Harga Perumahan dan Transportasi Jadi Pemicu Utama

Fijai RT • Kamis, 7 Mei 2026 | 02:45 WIB
INFLASI: Harga perumahan menjadi salah satu pemicu inflasi di Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN
INFLASI: Harga perumahan menjadi salah satu pemicu inflasi di Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan mencatat inflasi tahunan atau year on year (yoy) mencapai 3,10 persen, dengan indeks harga konsumen (IHK) naik dari 105,80 pada April 2025 menjadi 109,08 pada April 2026.

 

Kepala BPS Bulungan, Yuda Agus Irianto mengatakan, tren kenaikan harga terjadi secara umum dibandingkan bulan sebelumnya. “Perkembangan harga berbagai komoditas pada April 2026 secara umum menunjukkan adanya kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Yuda kepada Radar Kaltara, Senin (4/5).

 

Ia menjelaskan, selain inflasi tahunan, tingkat inflasi bulanan atau month to month (mtm) tercatat sebesar 0,23 persen, sementara inflasi tahun kalender atau year to date (ytd) mencapai 0,76 persen.

“Ini menunjukkan tekanan harga masih terjadi secara bertahap sepanjang awal tahun,” ungkapnya.

 

Menurutnya, inflasi yoy dipicu oleh kenaikan pada sejumlah kelompok pengeluaran. “Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami kenaikan paling tinggi sebesar 9,17 persen,” ungkapnya.

 

Selain itu, kelompok transportasi naik 3,27 persen dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya melonjak hingga 7,39 persen. Ia menambahkan, sejumlah komoditas menjadi penyumbang utama inflasi tahunan. “Tarif air minum PAM, emas perhiasan, angkutan udara, daging ayam ras, hingga minyak goreng menjadi komoditas yang dominan mendorong inflasi,” katanya.

 

Di sisi lain, beberapa komoditas justru menahan laju inflasi. “Bawang putih, kangkung, bayam, hingga cabai merah memberikan andil terhadap deflasi,” ujarnya.

 

Untuk inflasi bulanan, Yuda menyebut kenaikan harga tomat, bawang merah, dan minyak goreng menjadi faktor utama. “Komoditas seperti tomat dan angkutan udara menjadi penyumbang terbesar inflasi mtm pada April,” jelasnya.

 

Namun, sejumlah komoditas juga mengalami penurunan harga secara bulanan. “Ikan bandeng, daging ayam ras, dan telur ayam ras memberikan kontribusi terhadap deflasi m-to-m,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, kelompok makanan, minuman, dan tembakau turut mengalami inflasi tahunan sebesar 0,76 persen. “Daging ayam ras menjadi komoditas dengan andil inflasi terbesar di kelompok ini,” ujarnya.

 

Yuda menegaskan bahwa dinamika harga di Bulungan masih dipengaruhi oleh faktor distribusi, permintaan, serta kondisi pasar. “Kami terus memantau perkembangan harga agar dapat memberikan gambaran kondisi ekonomi daerah secara akurat,” tegasnya.

 

Ia mengingatkan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas harga. “Pengendalian inflasi memerlukan kerja sama semua pihak, baik pemerintah daerah maupun pelaku usaha,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan