Luncurkan Program Sekolah Lansia di Bulungan, Usung Konsep Lifelong Learning
Taslee• Rabu, 6 Mei 2026 | 11:58 WIB
LANSIA: Wakil Bupati Bulungan Kilat meluncurkan program sekolah Lansia di Tanjung Selor. (Taslee/Radar Tarakan)
TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan resmi meluncurkan program Sekolah Lansia Berlian sebagai upaya menghadirkan layanan pendidikan nonformal bagi masyarakat lanjut usia (lansia).
Program yang mengusung tema "Wujudkan Lansia Tangguh, Berdaya, Sehat, dan Mandiri" ini diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Bulungan, Kilat, di Ruang Tenguyun, Kantor BupatiBulungan, Selasa (5/5).
Langkah strategis ini diambil guna memastikan masyarakat lansia di Bulungan tetap memiliki kualitas hidup yang baik, aktif, dan produktif melalui wadah pembelajaran berkelanjutan.
Kilat, menyatakan rasa haru dan bangganya atas antusiasme para peserta yang hadir.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa lansia tidak boleh dipandang sebelah mata dalam dinamika pembangunan daerah.
"Saya terharu melihat semangat ini. Ini bukan hanya program, tetapi juga gerakan moral untuk anak dan cucu kita," ujar Kilat.
la menambahkan bahwa keberadaan lansia merupakan aset berharga yang menyimpan pengalaman dan kebijaksanaan bagi generasi penerus.
"Lansia bukan beban, tetapi sumber kebijaksanaan bagi generasi penerus. Melalui sekolah ini, kita ingin menghadirkan konsep pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning)," tegasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bulungan, Hj. Andriana, menjelaskan bahwa Sekolah Lansia Berlian dirancang khusus untuk mencakup berbagai aspek kehidupan.
Materi pembelajaran tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga menyentuh aspek mental, spiritual, sosial, hingga keagamaan.
"Kami berupaya agar para lansia tetap produktif dan berdaya. Sekolah ini juga menjadi ruang interaksi sosial agar mereka tidak merasa terisolasi, sekaligus memperkuat peran mereka dalam keluarga," jelas Andriana.
Acara peluncuran ditandai dengan pengukuhan pengurus sekolah serta penyematan tanda peserta secara simbolis kepada puluhan lansia, baik laki-laki maupun perempuan, yang berasal dari berbagai wilayah di Bulungan.
Hadirnya peserta dari berbagai kalangan ini menjadi pesan kuat bahwa program Sekolah Lansia Berlian bersifat inklusif.
Pemkab Bulungan berharap kehadiran sekolah ini mampu menciptakan ekosistem daerah yang lebih ramah lansia dan mendukung terciptanya keluarga berkualitas di tengah tantangan bonus demografi. (dra)