Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

277 ASN Belum S-1, Pemkab Bulungan Siapkan Rp 1 Miliar untuk Program RPL

Fijai RT • Rabu, 29 April 2026 | 05:50 WIB
BERIKAN ARAHAN: Bupati Bulungan memberikan arahan kepada ASN di lingkup Pemda Bulungan. FOTO: DOK PEMKAB BULUNGAN
BERIKAN ARAHAN: Bupati Bulungan memberikan arahan kepada ASN di lingkup Pemda Bulungan. FOTO: DOK PEMKAB BULUNGAN

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten Bulungan mulai membenahi kualitas aparatur sipil negara (ASN). Tercatat sebanyak 277 ASN masih berpendidikan SMA dan didorong untuk melanjutkan ke jenjang sarjana (S-1).

Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan kebijakan peningkatan kualifikasi pendidikan tersebut telah dituangkan dalam surat edaran tertanggal 10 April 2026. “Saat ini masih ada 277 ASN berpendidikan SMA dan sedang kami petakan di seluruh perangkat daerah,” ujarnya, Senin (27/4).

Program peningkatan kualifikasi akan difasilitasi melalui kerja sama dengan Universitas Borneo Tarakan (UBT) menggunakan skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL), yang memungkinkan pengalaman kerja diakui sebagai bagian dari pendidikan formal. “Melalui RPL, pengalaman kerja ASN bisa dikonversi menjadi kredit akademik,” jelasnya.

Pada tahap awal, Pemkab Bulungan menetapkan kuota 50 ASN untuk tahun 2026. Peserta akan melalui proses verifikasi dengan mempertimbangkan masa kerja serta usia menjelang pensiun. “Kuota awal 50 ASN, dengan prioritas bagi yang masa dinasnya masih panjang,” katanya.

Untuk mendukung program ini, Pemkab Bulungan mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar melalui APBD 2026. Anggaran tersebut diprioritaskan bagi ASN yang dinilai strategis dalam mendukung kinerja organisasi perangkat daerah. “Ini bentuk komitmen daerah dalam meningkatkan kualitas ASN,” tegasnya.

Saat ini, pemerintah daerah masih fokus pada tahap pemetaan kualifikasi ASN agar program berjalan tepat sasaran dan efektif.

Program ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualifikasi formal, tetapi juga berdampak pada kualitas pelayanan publik. “Dengan SDM yang lebih kompeten, kami optimistis pelayanan publik akan semakin baik dan adaptif,” pungkasnya. (jai/lim)

 

Editor : Azward Halim
#bulungan