Siasat Pemkab Bulungan Tutup Celah Fiskal Lewat Kolaborasi CSR
Taslee• Selasa, 21 April 2026 | 22:53 WIB
CSR : Bupati Bulungan Syarwani bersama jajaran Pemprov Kaltara rapat membahas program CSR. (Taslee/Radar Tarakan)
TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara kini tengah merombak pola kerja sama dengan sektor swasta.
Program Corporate Social Responsibility (CSR) yang selama ini sering berjalan sendiri-sendiri, kini didorong untuk menjadi mesin penggerak pembangunan yang lebih terstruktur dan transparan.
Dalam pertemuan strategis bersama jajaran pimpinan perusahaan, baru-baru ini.
Bupati Bulungan, Syarwani, menegaskan bahwa kolaborasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah (fiskal), peran dunia usaha melalui CSR menjadi instrumen krusial untuk mempercepat pencapaian target daerah.
"Kaltara ini punya empat fokus besar: daya saing ekonomi, pelayanan publik, kesejahteraan, dan lingkungan. Pemerintah tidak bisa berlari sendirian tanpa dukungan nyata dari sektor swasta," ungkap Syarwani.
Syarwani menyoroti tantangan klasik di mana program CSR seringkali hanya bersifat kosmetik atau sekadar mengejar citra perusahaan tanpa melihat kebutuhan riil di lapangan.
la menginginkan adanya perubahan paradigma: dari program yang bersifat sporadis menjadi program yang terukur dan sinkron dengan prioritas pemerintah.
Transparansi dan akuntabilitas menjadi poin yang paling ditekankan.
Pemkab Bulungan berharap komunikasi dengan perusahaan dapat berjalan dua arah sehingga tidak ada lagi tumpang tindih anggaran atau program yang tidak tepat sasaran.
Salah satu poin krusial yang dibahas adalah percepatan pembangunan infrastruktur jalan sebagai "urat nadi" perekonomian.
Ruas jalan strategis seperti Tanjung Selor-Tanah Kuning hingga akses menuju wilayah hulu seperti Gunung Seriang-Peso memerlukan intervensi yang tidak hanya mengandalkan APBD. (dra)