Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Pembangunan Kebun Raya Bundayati Digeber, Arah Pengembangan Juga Perlu Diuji

Fijai RT • Selasa, 21 April 2026 | 06:43 WIB
KAWASAN PUBLIK: Tampak kawasan Kebun Raya Bundayati, Bulungan dari udara.
KAWASAN PUBLIK: Tampak kawasan Kebun Raya Bundayati, Bulungan dari udara.

TANJUNG SELOR - Komitmen Pemkab Bulungan melanjutkan pembangunan Kebun Raya Bundayati pada 2026 patut diapresiasi. Namun di balik rencana ambisius penambahan fasilitas, sejauh mana pengembangan ini benar-benar menjawab kebutuhan publik, bukan sekadar proyek fisik berulang?

Bupati Bulungan, Syarwani, memastikan pembangunan akan terus berlanjut dengan penambahan berbagai fasilitas seperti amphitheater, rumah adat tiga suku, mushola, hingga kawasan labirin untuk anak-anak. Infrastruktur ini diklaim untuk memperkuat fungsi kebun raya sebagai ruang publik, edukasi, sekaligus pusat kegiatan budaya.

“Pembangunan ini untuk menunjang aktivitas masyarakat, baik rekreasi, edukasi, maupun kegiatan sosial,” ujarnya, Sabtu (18/4).

Namun, arah pengembangan yang berfokus pada pembangunan fisik dinilai perlu diimbangi dengan kejelasan konsep jangka panjang. Tanpa perencanaan matang, penambahan fasilitas berisiko hanya menjadi pelengkap tanpa dampak signifikan terhadap kualitas ruang publik maupun peningkatan kunjungan.

Fakta bahwa kawasan ini sudah digunakan untuk kegiatan publik, termasuk Pekan Kebudayaan Daerah, menunjukkan potensi besar yang dimiliki Kebun Raya Bundayati. Tetapi, potensi tersebut membutuhkan pengelolaan terintegrasi agar tidak berhenti pada pemanfaatan sesaat.

Selain itu, aspek perawatan dan keberlanjutan juga menjadi tantangan yang kerap luput dari perhatian. Penambahan fasilitas tanpa sistem pengelolaan yang jelas justru berpotensi menambah beban anggaran di masa mendatang.

Pemkab juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan. Namun, tanggung jawab tersebut tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada publik tanpa diiringi sistem pengelolaan yang konsisten dari pemerintah.

“Kami berharap masyarakat ikut menjaga kebersihan dan kelestarian kawasan ini,” tegas Syarwani.

Di sisi lain, pengembangan kebun raya sebagai ruang terbuka publik idealnya tidak hanya berorientasi pada estetika dan fasilitas, tetapi juga pada dampak sosial dan ekonomi yang terukur. Apakah kawasan ini mampu menjadi penggerak ekonomi lokal? Apakah benar menjadi ruang inklusif bagi semua lapisan masyarakat?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting agar pembangunan tidak berhenti pada simbol kemajuan, tetapi benar-benar menghadirkan manfaat nyata.

Ke depan, Kebun Raya Bundayati ditargetkan menjadi pusat aktivitas publik yang representatif sekaligus destinasi edukatif. Namun, keberhasilan target tersebut sangat bergantung pada konsistensi perencanaan, kualitas pengelolaan, serta keberanian mengevaluasi arah pembangunan secara terbuka.

Tanpa itu, proyek pengembangan berisiko terjebak pada pola lama: membangun tanpa memastikan keberlanjutan. (jai/lim)

 

Editor : Azward Halim
#bulungan