Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Cegah Penyimpangan, Pelabuhan Kayan II Terapkan Pembayaran Nontunai

Fijai RT • Sabtu, 18 April 2026 | 19:25 WIB
NONTUNAI: Bupati Bulungan Syarwani menggunakan aplikasi QRIS. FOTO: RADAR TARAKAN
NONTUNAI: Bupati Bulungan Syarwani menggunakan aplikasi QRIS. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan melakukan soft launching penerapan sistem pembayaran digital berbasis quick response code Indonesian standard (QRIS) di Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor. Melalui kebijakan ini, transaksi pembelian tiket speedboat kini bisa dilakukan secara nontunai.

Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, penerapan QRIS menjadi langkah konkret pemerintah dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pelayanan. “Kayan II siap QRIS. Ini menjadi bagian dari upaya perluasan digitalisasi di daerah,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (17/4).

Ia menjelaskan, dengan diluncurkannya sistem tersebut, seluruh transaksi tiket di Pelabuhan Kayan II akan menggunakan QRIS. “Dengan adanya peluncuran ini, maka seluruh transaksi di pelabuhan, khususnya pembelian tiket speedboat, dapat dilakukan secara non tunai,” ungkapnya.

Menurutnya, digitalisasi tidak hanya berhenti pada sektor transportasi, tetapi akan terus diperluas ke berbagai layanan publik lainnya. “Ke depan, transaksi digital ini akan terus kita kembangkan agar pelayanan semakin cepat, mudah dan akuntabel,” katanya.

Dalam dua tahun terakhir, Pemda Bulungan juga terus berbenah dalam meningkatkan kualitas pelayanan di Pelabuhan Kayan II. Salah satu fokus utama adalah penataan sistem perparkiran.
 “Selama ini kita terus meningkatkan pelayanan, termasuk di sektor parkir,” jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan sistem perparkiran di pelabuhan juga akan diarahkan ke digitalisasi guna meminimalkan potensi kebocoran retribusi daerah. 
“Dengan digitalisasi parkir, kita bisa memastikan potensi kebocoran retribusi dapat ditekan,” ungkapnya.

Syarwani menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam pengelolaan retribusi, terutama untuk menghindari potensi pelanggaran hukum oleh aparatur. “Saya tidak ingin ada ASN yang tersandung hukum karena kesalahan dalam pengelolaan retribusi parkir. Kita semua diawasi dan ini merupakan sumber PAD,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa penerapan sistem digital merupakan bagian dari komitmen Pemkab Bulungan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan. 
“Digitalisasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang membangun sistem yang lebih akuntabel dan terpercaya,” tambahnya.

Dengan penerapan QRIS dan rencana digitalisasi parkir, Pelabuhan Kayan II diharapkan menjadi contoh modernisasi layanan publik di Bulungan. 
"Upaya ini sekaligus memperkuat optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bulungan, Khairul mengatakan, penerapan QRIS diberlakukan pada 23 armada trayek Tanjung Selor–Tarakan. “Pembelian tiket untuk 23 armada sudah menggunakan QRIS," ungkapnya.

Namun, kata dia, masyarakat yang belum terbiasa masih diperbolehkan membayar tunai. Ia menambahkan, pembayaran tunai akan dihapus secara bertahap seiring meningkatnya literasi digital masyarakat. “Ke depan, transaksi tunai akan kita kurangi hingga akhirnya seluruhnya beralih ke QRIS,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan