Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Bulungan Gerakkan Aksi Bersih

Fijai RT • Sabtu, 18 April 2026 | 10:59 WIB
GERAKAN BERSIH: Bupati Bulungan Syarwani menggunakan mesin potong rumput dalam gerakan Indonesia Asri. FOTO: DOK PEMKAB BULUNGAN
GERAKAN BERSIH: Bupati Bulungan Syarwani menggunakan mesin potong rumput dalam gerakan Indonesia Asri. FOTO: DOK PEMKAB BULUNGAN

TANJUNG SELOR - Pemerintah Kabupaten Bulungan mulai mengimplementasikan Gerakan Indonesia Asri (aman, sehat, resik, indah) dengan menjadikan kawasan Pasar Induk Tanjung Selor sebagai titik awal pelaksanaan. Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan pada Februari 2026 untuk mengatasi persoalan sampah dan mendorong lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan pihaknya telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor: B.600.4.15.1/320/DLH-III sebagai dasar pelaksanaan gerakan tersebut. Namun, langkah awal ini masih sebatas dimulai dari satu titik dan akan diuji konsistensinya ke depan.

“Hari ini kita mulai di area Pasar Induk dan ini akan dilaksanakan secara rutin ke depan,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Kamis (16/3).

Ia menjelaskan, gerakan tersebut melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hingga ke tingkat kecamatan dan desa. “Edaran ini berlaku sampai ke camat, kepala desa hingga RT agar gerakan ini bisa berjalan menyeluruh,” ujarnya.

Meski demikian, efektivitas kebijakan ini sangat bergantung pada implementasi di lapangan. Selama ini, sejumlah program kebersihan kerap berjalan tidak konsisten setelah tahap awal peluncuran.

Menurut Syarwani, Gerakan Asri tidak hanya berfokus pada aksi bersih-bersih oleh pemerintah, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya para pedagang di pasar. “Melalui UPT Pasar Induk, pedagang bisa dikoordinir untuk menjaga kebersihan dari lapak masing-masing,” katanya.

Ia menegaskan, kesadaran individu menjadi kunci keberhasilan program. Namun, tanpa pengawasan dan mekanisme evaluasi yang jelas, ajakan tersebut berpotensi berhenti sebatas imbauan.

“Tidak harus setiap hari, tetapi minimal pedagang bisa memulai dari tempat usahanya, tidak membuang sampah sembarangan dan menyiapkan kantong sampah,” tegasnya.

Selain pasar, gerakan ini direncanakan akan diperluas ke berbagai ruang publik, termasuk satuan pendidikan. Pemerintah berharap sekolah dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter peduli lingkungan. “Kami berharap sekolah-sekolah juga bisa menerapkan Gerakan Asri sebagai bagian dari pembentukan karakter lingkungan bersih,” tambahnya.

Ia juga mendorong pemerintah desa dan perangkat lingkungan untuk menggerakkan aksi serupa di wilayah masing-masing. Namun, frekuensi kegiatan yang diusulkan, minimal dua hingga tiga bulan sekali, dinilai masih perlu ditingkatkan jika ingin menciptakan perubahan perilaku yang signifikan.

“Kepala desa dan RT bisa memulai kegiatan bersih-bersih minimal dua atau tiga bulan sekali, bahkan lebih baik jika bisa menjadi agenda rutin,” ujarnya.

Melalui gerakan ini, Pemkab Bulungan menargetkan terbentuknya budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Tantangannya, memastikan program tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan berlanjut dengan langkah konkret dan terukur.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan yang sehat dan nyaman,” pungkasnya. (jai/lim)

 

Editor : Azward Halim
#bulungan