TANJUNG SELOR - Kerusakan turap (sheet pile) di kawasan Selimau, Kelurahan Tanjung Selor Timur, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, yang telah ambruk sejak beberapa tahun terakhir, hingga kini belum juga mendapat penanganan serius.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya, mengingat fungsi turap yang vital sebagai pelindung kawasan pesisir dari abrasi dan potensi longsor.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan, Adriani, mengakui bahwa perbaikan turap tersebut belum dapat direalisasikan. Meski demikian, pihaknya mengklaim telah berulang kali mengusulkan perbaikan dalam perencanaan anggaran.
“Usulan selalu kami sampaikan, tetapi untuk tahun ini saya lihat belum ada pagu anggaran untuk perbaikan,” kata Adriani kepada Radar Kaltara, Kamis (16/4).
Ia menjelaskan, realisasi perbaikan sangat bergantung pada kemampuan keuangan daerah. Namun, pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa persoalan infrastruktur yang telah berlangsung bertahun-tahun masih belum menjadi prioritas utama.
“Semua tergantung dari kemampuan keuangan daerah, sehingga belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat,” ujarnya.
Di sisi lain, dugaan penyebab kerusakan akibat tabrakan kapal juga belum mendapat kejelasan. Adriani mengaku belum menerima laporan resmi terkait hal tersebut, sehingga belum ada langkah lanjutan untuk penelusuran maupun penanganan.
“Sampai sekarang ini kami belum mendapatkan laporan terkait hal tersebut,” katanya.
Pemerintah daerah juga belum dapat memastikan besaran anggaran yang dibutuhkan. Menurut Adriani, hal itu masih menunggu kajian teknis di lapangan, termasuk penentuan material dan panjang turap yang akan dibangun.
“Besaran anggaran tergantung pada material yang digunakan serta panjang turap yang akan dibangun,” tambahnya.
Sementara itu, kondisi turap yang dibiarkan rusak dalam waktu lama terus memicu kekhawatiran masyarakat. Selain berpotensi memperparah abrasi, lambannya penanganan juga dinilai mencerminkan belum optimalnya respons pemerintah terhadap persoalan infrastruktur dasar.
Adriani memastikan pihaknya akan kembali mengusulkan perbaikan pada perencanaan anggaran berikutnya. Namun, tanpa kepastian waktu realisasi, masyarakat masih harus menunggu kejelasan penanganan turap yang kian mendesak.
“Kami akan terus mengusulkan perbaikan pada perencanaan anggaran berikutnya agar penanganan dapat segera direalisasikan,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim