Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

RLPPD 2025: Ekonomi Bulungan Tumbuh 5,40 Persen, Kemiskinan Turun

Fijai RT • Kamis, 16 April 2026 | 09:08 WIB
Bupati Bulungan, Syarwani.
Bupati Bulungan, Syarwani.

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan mencatat perbaikan signifikan pada sejumlah indikator kinerja makro daerah dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (RLPPD) 2025. Peningkatan terjadi pada indeks pembangunan manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, hingga penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

 

Bupati Bulungan, Syarwani menyampaikan, IPM Bulungan mengalami kenaikan dari 73,83 pada 2024 menjadi 74,53 pada 2025. “Kenaikan ini menunjukkan adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun daya beli,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Rabu (15/4).

 

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan juga menunjukkan lonjakan cukup signifikan. “Pertumbuhan ekonomi meningkat dari 3,92 persen pada 2024 menjadi 5,40 persen di 2025, atau naik sekitar 37,76 persen,” ungkapnya.

 

Selain itu, angka kemiskinan berhasil ditekan. Persentase penduduk miskin turun dari 8,76 persen pada 2024 menjadi 7,26 persen pada 2025. “Penurunan ini menjadi indikator bahwa program penanggulangan kemiskinan mulai menunjukkan hasil,” tegasnya.

 

Kinerja positif juga terlihat pada peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita atas dasar harga berlaku (ADHB). “PDRB per kapita naik dari 160,81 menjadi 169,98 atau meningkat 5,70 persen,” paparnya.

 

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) mengalami penurunan dari 4,33 persen menjadi 4,14 persen. “Ini menunjukkan adanya peningkatan serapan tenaga kerja di daerah,” tambahnya.

 

Namun demikian, Syarwani mengakui masih terdapat tantangan pada aspek ketimpangan pendapatan. “Gini ratio sedikit meningkat dari 0,274 menjadi 0,275. Ini menjadi perhatian agar pemerataan ekonomi bisa terus ditingkatkan,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan, capaian tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan ke depan. “Kami akan terus mendorong pertumbuhan yang inklusif agar manfaat pembangunan dapat dirasakan merata oleh seluruh masyarakat,” pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan