Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

ETPD Bulungan Stabil di Atas 90 Persen, Digitalisasi Transaksi Terus Digenjot

Fijai RT • Selasa, 14 April 2026 | 13:10 WIB
RAPAT: High level meeting (HLM) TP2DD  Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN
RAPAT: High level meeting (HLM) TP2DD  Bulungan. FOTO: RADAR TARAKAN

TANJUNG SELOR - Pemkab Bulungan mencatat capaian positif dalam percepatan digitalisasi keuangan daerah. Indeks elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) Bulungan tercatat konsisten berada di atas 90 persen dalam beberapa tahun terakhir.

 

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bulungan, Muhammad Zulkifli mengatakan, tren tersebut menunjukkan kinerja stabil dalam upaya memperluas digitalisasi transaksi di daerah. “Indeks ETPD Kabupaten Bulungan cenderung konsisten berada di atas 90 persen, meskipun ada sedikit fluktuasi, namun tetap menunjukkan kinerja yang baik,” kata Zulkifli kepada Radar Kaltara, Senin (13/4).

 

Berdasarkan data, capaian ETPD pada semester I 2022 sebesar 90,4 persen dan meningkat menjadi 95,4 persen pada semester II 2022. Tren positif berlanjut pada 2023 dengan capaian 95,7 persen di semester I dan 97,9 persen di semester II. “Sempat turun pada Semester I 2024 menjadi 89,7 persen, tetapi kembali meningkat di semester II 2024 sebesar 96,8 persen dan semester I 2025 mencapai 95,0 persen,” jelasnya.

 

Untuk semester II 2025, Pemda Bulungan menargetkan minimal dapat mempertahankan capaian yang telah diraih. “Hasilnya memang baru akan diketahui sekitar Juli atau Agustus mendatang, namun kami optimistis tren ini tetap terjaga,” katanya.

 

Meski demikian, Zulkifli mengakui masih ada tantangan dalam mendorong digitalisasi secara menyeluruh, khususnya dari sisi pemahaman masyarakat. “Kendala utama adalah masih minimnya pengetahuan masyarakat terhadap sistem transaksi digital,” ungkapnya.

 

Sebagai langkah strategis, Bapenda Bulungan terus mendorong penggunaan quick response code Indonesian standard (QRIS) dalam berbagai transaksi. “Ke depan kami harapkan seluruh masyarakat dapat menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran yang praktis dan aman,” tegasnya.

 

Pemda Bulungan menilai, penguatan digitalisasi transaksi tidak hanya berdampak pada kemudahan layanan, tetapi juga meningkatkan transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.  "Dengan capaian yang terus stabil, pemerintah optimistis transformasi digital di sektor keuangan daerah akan semakin optimal dan inklusif ke depan," pungkasnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim
#bulungan