TANJUNG SELOR – Pemkab Bulungan terus mendorong penguatan sektor perkebunan kelapa sawit sebagai penopang ekonomi daerah. Saat ini, tercatat sebanyak 21 izin usaha perkebunan telah beroperasi dan berproduksi.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan seluruh perkebunan tersebut mayoritas bergerak di komoditas kelapa sawit. “Perkebunan kita ada 21 izin yang sudah existing dan sudah produksi. Rata-rata memang kebun sawit,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (10/4).
Ia menjelaskan, dari sektor hilir awal, Bulungan telah memiliki tujuh pabrik kelapa sawit (PKS) yang aktif memproduksi crude palm oil (CPO). “Sekarang ini sudah ada tujuh pabrik kelapa sawit yang menghasilkan CPO dan sudah berproduksi,” ungkapnya.
Menurutnya, produksi CPO dari Bulungan tidak hanya memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga telah menembus pasar ekspor. “Produksi CPO kita sudah keluar, termasuk untuk kebutuhan minyak goreng sebagai salah satu produk turunannya,” jelasnya.
Namun demikian, Syarwani mengakui bahwa proses hilirisasi belum sepenuhnya dilakukan di daerah. “Value added (nilai tambah) produk sudah ada, tetapi untuk produk turunan masih banyak diproses di luar daerah, salah satunya di Pulau Jawa,” ungkapnya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah ke depan. “Ini menjadi PR kita bagaimana ke depan hilirisasi bisa dilakukan di Bulungan, sehingga nilai tambahnya bisa dinikmati langsung oleh daerah,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan industri hilir sawit dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta membuka lapangan kerja baru. “Kalau hilirisasi bisa kita dorong di daerah, tentu dampaknya akan lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (jai)
Editor : Azward Halim