TANJUNG SELOR - Upaya pencegahan stunting dan pernikahan dini di Bulungan terus diperkuat. Hal itu disampaikan Kepala Kemenag Bulungan, Muhammad Ramli.
Kepada Radar Kaltara, Ramli menyampaikan, berbagai langkah pencegahan telah dilaksanakan secara berkelanjutan melalui peran kantor urusan agama (KUA), penghulu dan penyuluh agama. “Program ini sudah kami jalankan secara berkesinambungan, tetapi perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk madrasah, pondok pesantren dan pengawas,” kata Ramli kepada Radar Kaltara, Selasa (7/4).
Ia menegaskan, seluruh satuan kerja (satker) diminta mengintegrasikan program sosialisasi ke dalam rencana kerja masing-masing. “Pendekatan yang terstruktur akan membuat program lebih efektif dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Ramli mengingatkan bahwa isu pernikahan dini tidak bisa dianggap sepele dan membutuhkan perhatian bersama. “Saya minta madrasah, pontren dan pengawas turut aktif melakukan sosialisasi melalui program kerja yang terarah dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Bulungan, Muhammad Mustakim mengungkapkan pihaknya aktif terlibat dalam berbagai forum percepatan penurunan stunting dan pencegahan pernikahan dini bersama pemerintah daerah dan stakeholder terkait. “Kami sering menghadiri kegiatan dan forum bersama pemda, sekaligus menyampaikan peran Kemenag melalui KUA, penghulu dan penyuluh,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah antisipatif dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari sosialisasi, penerapan administrasi pranikah, hingga bimbingan dan pelatihan pranikah. “Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan pencegahan pernikahan dini secara berkelanjutan,” ujarnya.
Selain itu, Kemenag Bulungan juga mendorong pelaksanaan sosialisasi yang lebih adaptif dengan memanfaatkan metode daring. “Pendekatan digital dilakukan agar kegiatan tetap berjalan efektif tanpa harus selalu tatap muka, kecuali untuk layanan tertentu seperti prosesi pernikahan,” katanya.
Melalui rapat internal tersebut, Kemenag Bulungan menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung kebijakan pemerintah daerah. “Kami ingin meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat melalui pendekatan keagamaan yang edukatif, preventif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim