Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kormi Bulungan Bidik Festival Sungai Kayan dan Porda 2026

Fijai RT • Selasa, 7 April 2026 | 08:14 WIB
PAPARAN: Kormi Bulungan dalam sebuah rapat kerja baru-baru ini. FOTO: DOK KORMI BULUNGAN
PAPARAN: Kormi Bulungan memaparkan sejumlah agenda kerja baru-baru ini. FOTO: DOK KORMI BULUNGAN

TANJUNG SELOR - Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Bulungan mulai mematangkan langkah menghadapi sejumlah agenda besar olahraga daerah tahun 2026. Momentum halalbihalal yang digelar Minggu (5/4) dimanfaatkan bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi awal untuk merumuskan arah program ke depan.

Ketua Kormi Bulungan, Adymas Putro Utomo, menegaskan bahwa pertemuan tersebut menjadi titik awal penyusunan strategi organisasi, termasuk memetakan potensi serta menentukan prioritas pengembangan olahraga masyarakat di daerah.

“Selain halalbihalal, kami juga melakukan pra-rapat kerja untuk mengonsolidasikan program tahun ini, mulai dari identifikasi potensi hingga arah pengembangan organisasi,” ujarnya.

Menurutnya, sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan, terutama persiapan menghadapi Pekan Olahraga Daerah (Porda) di Nunukan serta rencana kolaborasi lintas sektor. KORMI menilai penguatan olahraga masyarakat tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus terhubung dengan sektor lain seperti pariwisata, ekonomi, hingga budaya.

Namun demikian, arah besar tersebut masih bergantung pada seberapa konkret perencanaan yang disusun. Pasalnya, tanpa desain program yang matang, agenda yang ditargetkan berpotensi hanya menjadi kegiatan seremonial tanpa dampak berkelanjutan.

Adymas menyebut Kormi Bulungan mengusung visi menuju masyarakat yang bugar dan bahagia pada 2030. Visi ini, kata dia, akan diwujudkan melalui pendekatan inklusif dengan mengintegrasikan berbagai sektor.

“Program harus jelas arahnya. Apakah memperkuat olahraga, ekonomi, budaya, atau pariwisata. Setelah itu baru kita tentukan kegiatan yang tepat,” tegasnya.

Dalam implementasinya, Kormi membagi pengembangan olahraga masyarakat ke dalam beberapa kategori, mulai dari olahraga tradisional dan kreasi budaya, olahraga kesehatan dan kebugaran, hingga olahraga petualangan dan tantangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah olahraga tradisional yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik daerah. “Balap perahu yang sempat viral itu menunjukkan antusiasme masyarakat cukup tinggi. Ini yang ingin kami dorong menjadi event yang lebih besar,” jelasnya.

Rencana tersebut akan diintegrasikan dalam agenda Festival Sungai Kayan, bahkan tidak menutup kemungkinan dikembangkan menjadi event berskala lebih luas, termasuk upaya pemecahan rekor pada cabang olahraga tradisional seperti sumpit dan dayung.

Meski demikian, tantangan utama terletak pada konsistensi pelaksanaan dan dukungan lintas sektor. Tanpa koordinasi yang kuat dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya, potensi event ini berisiko tidak berkembang secara maksimal.

KORMI menargetkan desain program dan persiapan kegiatan rampung pada Juni 2026 agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan lebih terarah.

Sementara untuk Porda, Kormi Bulungan masih menunggu kepastian cabang olahraga yang akan dipertandingkan dari Kormi Kalimantan Utara. Kepastian tersebut dinilai penting untuk menentukan strategi pembinaan atlet dan peluang meraih prestasi. “Kami berharap cabang yang banyak penggiatnya di Bulungan bisa dipertandingkan, sehingga peluang berprestasi lebih besar,” ujarnya.

Porda sendiri diperkirakan akan digelar pada Oktober 2026, berdekatan dengan peringatan hari jadi Kabupaten Bulungan. Kondisi ini menuntut perencanaan yang matang agar seluruh agenda dapat berjalan optimal tanpa saling berbenturan.

Di tengah berbagai target tersebut, konsolidasi awal yang dilakukan Kormi Bulungan menjadi langkah penting. Namun, keberhasilan tidak hanya ditentukan pada tahap perencanaan, melainkan pada sejauh mana program dapat dieksekusi secara konsisten dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. (jai/lim)

 

Editor : Azward Halim
#bulungan