TANJUNG SELOR - Kondisi infrastruktur jalan penghubung Tanjung Selor-Peso masih memprihatinkan. Pemkab Bulungan mencatat sekitar 60 hingga 70 persen ruas jalan tersebut belum dalam kondisi mantap.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengungkapkan, panjang ruas jalan dari Gunung Seriang menuju Peso mencapai sekitar 125,4 kilometer. Namun, dari total panjang tersebut, hanya sekitar 20 km yang sudah beraspal.
“Selebihnya masih berupa agregat dan tanah, sehingga tingkat kemantapannya baru sekitar 30 hingga 40 persen,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Senin (30/3).
Tak hanya kondisi jalan, infrastruktur penunjang berupa jembatan juga menjadi perhatian serius. Di sepanjang ruas tersebut terdapat sekitar 30 jembatan, terdiri dari 6 jembatan permanen dan 24 jembatan kayu log.
“Sebagian besar jembatan masih konstruksi kayu, sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.
Menurut Syarwani, kondisi ini berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, terutama dalam mendukung aktivitas ekonomi dan akses layanan dasar di wilayah pedalaman.
“Akses ini sangat penting bagi masyarakat Peso, baik untuk distribusi barang maupun pelayanan publik,” tegasnya.
Ia menambahkan, keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam percepatan pembangunan infrastruktur. Karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap.
“Pembangunan tidak bisa sekaligus, perlu tahapan dan penyesuaian dengan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.
Untuk mempercepat peningkatan jalan, Pemda Bulungan mendorong kolaborasi lintas pemerintahan.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara agar penanganan jalan ini bisa lebih optimal,” ujarnya.
Dengan upaya tersebut, diharapkan akses menuju Peso ke depan semakin baik dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan di wilayah pedalaman.
“Harapannya konektivitas ini bisa terus meningkat demi kesejahteraan masyarakat,” pungkas Syarwani. (jai/lim)
Editor : Azward Halim