TANJUNG SELOR - Kinerja makro pembangunan Kabupaten Bulungan pada 2025 menunjukkan hasil positif. Hal ini terungkap dalam Rapat Paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Bulungan tahun 2025, Senin (30/3).
Bupati Bulungan, Syarwani, menyampaikan pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,40 persen. Ia menjelaskan, struktur perekonomian Bulungan masih didominasi sektor berbasis sumber daya alam (SDA), terutama pertambangan dan pertanian.
“Perkembangan PDRB kita masih didominasi lapangan usaha berbasis SDA, terutama pertambangan dan pertanian,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara.
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bulungan 2025 tercatat sebesar Rp 26,61 triliun, meningkat dari Rp 25,77 triliun pada 2024.
“Ini menunjukkan adanya peningkatan nilai tambah dari aktivitas ekonomi di daerah,” ungkapnya.
Dari total PDRB tersebut, sektor pertambangan dan penggalian memberikan kontribusi terbesar sebesar 23,54 persen. Sektor konstruksi menyusul dengan 16,66 persen, pertanian, kehutanan dan perikanan 15,2 persen, serta industri pengolahan 13,52 persen.
“Sektor-sektor ini menjadi penopang utama perekonomian Bulungan,” ujarnya.
Selain itu, PDRB per kapita juga meningkat. Pada 2025 tercatat Rp 169,98 juta, naik dari Rp 160,81 juta pada 2024 atau sekitar 5,7 persen.
“Peningkatan ini mencerminkan rata-rata pendapatan masyarakat yang semakin baik,” beber Syarwani.
Dari sisi demografi, jumlah penduduk Bulungan hingga 2025 tercatat 173.688 jiwa, naik dari 168.116 jiwa pada 2024 atau tumbuh 3,31 persen.
“Pertumbuhan penduduk ini menjadi bagian dari dinamika pembangunan yang harus kita kelola dengan baik,” katanya.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bulungan juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, IPM tahun 2025 berada di angka 74,53, meningkat dari 73,83 pada tahun sebelumnya. “IPM kita naik sebesar 0,7 poin, ini menunjukkan kualitas hidup masyarakat yang terus membaik,” tegasnya.
Syarwani menegaskan, capaian tersebut menjadi dasar untuk memperkuat arah pembangunan ke depan agar lebih inklusif dan berkelanjutan. “Kita akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim