TANJUNG SELOR - Wakil Bupati (Wabup) Bulungan, Kilat, A.Md didampingi Sekretaris Daerah, Risdianto, S.Pi, M.Si dan jajaran Dinas Pertanian melaksanakan identifikasi dan penetapan Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) pengembangan budidaya kakao dan hilirisasi kakao di Kelompok Tani Senguyun, Desa Metun Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, belum lama ini.
Wabup memastikan kesiapan pelaksanaan program hilirisasi kakao yang diinisiasi oleh Dinas Pertanian Bulungan, sebagai upaya meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus meningkatkan pendapatan petani melalui pemanfaatan rantai produksi yang lebih efisien.
Diketahui, kegiatan CPCL ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara langsung kondisi lahan, jumlah calon petani, kesiapan sarana prasarana, serta potensi pengembangan kakao di tingkat kelompok tani.
Dengan adanya data yang akurat, pemerintah daerah dapat memberikan dukungan program tepat sasaran, baik berupa pendampingan teknis, fasilitas bibit unggul, maupun pelatihan pengolahan hasil kakao.
"Langkah ini adalah upaya identifikasi di bidang pertanian. Kita ingin mengetahui langsung kondisi riil di lapangan. Sehingga ketika memberikan bantuan, pemerintah memiliki data yang akurat terkait kebutuhan yang tepat sasaran di tingkat petani," ucap Kilat.
Sementara itu, Sekda Bulungan yang hadir mendampingi rangkaian kegiatan sekaligus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan kelompok tani terkait kesiapan administrasi dan teknis pelaksanaan hilirisasi di tingkat lapangan.
"Kita mengecek langsung bagaimana kesiapan administrasi dan teknis pelaksanaan hilirisasi," ujar Risdianto.
Kepala Dinas Pertanian Bulungan, Kristiyanto, SP, MT menyampaikan, dengan identifikasi CPCL secara langsung, pemerintah dapat memastikan bahwa program hilirisasi benar-benar berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi petani.
“Kami berharap dukungan penuh seluruh pihak, terutama kelompok tani, agar kegiatan ini dapat menjadi awal kebangkitan komoditas kakao Bulungan,” terangnya.
Dilanjutkan, Pemkab menargetkan kegiatan hilirisasi kakao dapat mendorong peningkatan produksi, kualitas biji kakao, serta membuka peluang investasi pengolahan kakao di daerah. Diharapkan, langkah ini juga dapat menumbuhkan usaha kecil menengah (UKM) berbasis olahan kakao seperti bubuk coklat, coklat batangan, dan produk turunannya. (dra)
Editor : Sophian Hadi