Dalam forum bertema 'Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh' itu, Gubernur Zainal mengajak Saudagar untuk melirik peluang investasi di Kaltara. Ia pun membeberkan sejumlah potensi yang dimiliki provinsi ke-34 Indonesia ini.
Ada banyak sektor unggulan yang dimiliki Kaltara, mulai dari hilirisasi produk pertanian dan perkebunan seperti pengolahan selai nanas dari Krayan, hingga ekspor bubuk kratom yang memiliki nilai jual tinggi di pasar dunia. "Kaltara juga punya potensi rumput laut mencapai 857.797 ton per tahun. Ada juga komoditas unggulan seperti udang windu, bandeng dan kepiting bakau," ujar Gubernur Zainal.
Industri sarang burung walet di Tana Tidung juga memiliki peluang besar, meski masih membutuhkan investasi untuk pengolahan agar nilai jualnya bisa lebih meningkat lagi.
Selain itu, mantan Wakapolda Kaltara ini juga 'jualan' potensi pengembangan pariwisata lintas negara yang menghubungkan Kaltara (Indonesia) dengan Sabah (Malaysia), serta Tawi-Tawi (Filipina) dan Brunei Darussalam. "Sebagai daerah perbatasan, Kaltara memiliki posisi geografis sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional yang menghubungkan berbagai negara di Asia hingga Australia," bebernya.
Harapannya, melalui forum ini, para Saudagar dapat melihat langsung peluang tersebut dan ikut berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan perbatasan RI-Malaysia ini. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim