Anev tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dengan fokus utama pada pengamanan objek wisata serta pemantauan arus mudik di seluruh wilayah Indonesia. “Fokus pembahasan kali ini adalah memastikan pengamanan berjalan optimal, terutama di lokasi wisata dan jalur mudik yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat,” kata Djati kepada Radar Kaltara, Rabu (25/3).
Kegiatan yang dipusatkan di Pos Terpadu Tepian Kayan, Tanjung Selor ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan personel di lapangan. “Kami ingin memastikan seluruh personel siap siaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat selama momentum Lebaran,” ungkapnya.
Kapolda menekankan, koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran aktivitas masyarakat selama Idulfitri. “Sinergi antar instansi harus terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi dengan cepat dan tepat,” katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Polda Kaltara dalam mewujudkan tagline Operasi Ketupat 2026, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. “Tagline ini bukan sekadar slogan, tetapi bentuk dedikasi Polri bersama pemerintah dan instansi terkait untuk menjamin keselamatan serta kenyamanan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pengamanan tidak hanya difokuskan pada pemudik, tetapi juga masyarakat yang memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata. “Kami ingin memastikan setiap warga, baik yang mudik maupun berwisata, merasa aman dan terlindungi selama beraktivitas,” tambahnya.
Dengan pengamanan yang terukur serta koordinasi yang solid, Polda Kaltara optimistis situasi keamanan selama Idulfitri di wilayah Kaltara tetap kondusif. “Dengan kerja sama yang baik, kami yakin perayaan Idulfitri dapat berjalan aman, tertib dan penuh kebahagiaan bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim