Dirut RSDSS, Widodo Darmo Sentoso memastikan seluruh layanan tetap berjalan normal tanpa kendala berarti. “Alhamdulillah, secara umum pelayanan berjalan seperti hari biasa. Kami juga sudah mengimbau tenaga kesehatan untuk tidak mengambil cuti tambahan setelah libur Lebaran,” kata Widodo kepada Radar Kaltara, Rabu (25/3).
Menurutnya, peningkatan antrean bukan disebabkan lonjakan jumlah pasien secara keseluruhan, melainkan akibat jeda kontrol selama libur panjang. “Ini bukan peningkatan total, tetapi lebih kepada penumpukan pasien. Biasanya kontrol 2-3 hari, kemarin tertunda hingga satu minggu, sehingga datang bersamaan,” ungkapnya.
Meski terjadi penumpukan, RSDSS memastikan seluruh pasien tetap dilayani tanpa pembatasan. “Tidak ada pembatasan. Semua pasien tetap kami layani. Bahkan saat libur, kami sudah mengantisipasi dengan memberikan pelayanan melalui UGD bagi pasien yang membutuhkan obat,” tegasnya.
Widodo mengungkapkan, tren peningkatan kunjungan pasca Lebaran merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun. “Biasanya saat Ramadan kunjungan menurun, tetapi setelah Lebaran meningkat karena banyak pasien mengalami kekambuhan, terutama akibat pola makan yang kurang terjaga,” katanya.
Kendati demikian, ia memastikan kondisi pelayanan masih dalam batas normal dan terkendali. “Sejauh ini masih normal, tidak ada lonjakan yang signifikan dan pelayanan tetap bisa diurai dengan baik,” ujarnya.
Saat ini, seluruh poli di RSDSS telah kembali beroperasi penuh setelah libur bersama yang berlangsung sejak 18 hingga 25 Maret. “Total ada 14 poli yang sudah aktif, mulai dari penyakit dalam, jantung, saraf, mata, gigi, anak, hingga layanan jiwa dan fisioterapi,” rincinya.
Dengan kembalinya seluruh layanan tersebut, pihak rumah sakit optimistis mampu mengatasi antrean pasien dalam beberapa hari ke depan. “Kami siap melayani masyarakat seperti biasa dan memastikan pelayanan tetap optimal pasca libur panjang,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim