"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas kunjungan dari Sarawak. Ini menjadi langkah penting untuk mendorong percepatan pembangunan di kawasan perbatasan," ujar Wagub Ingkong.
Politisi Partai Hanura ini menyebutkan, masyarakat di wilayah perbatasan Kaltara dan Sarawak memiliki kedekatan historis dan kultural sebagai satu rumpun.
Oleh karena itu, dibutuhkan perhatian bersama dari kedua negara dalam hal percepatan pembangunan perbatasan pada kawasan masing-masing. "Harapan masyarakat perbatasan di kedua negara ini, adanya perhatian dan pembangunan yang seimbang," katanya.
Harapannya, pertemuan ini dapat menjadi langkah awal untuk mendorong percepatan pembangunan PLBN di Sarawak.
Karena, jika fasilitas PLBN di kedua negara sudah terbangun optimal, maka ke depannya akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan sistem perdagangan yang lebih tertata dan legal. "Ini akan mempercepat pertumbuhan ekonomi, memperbaiki sistem perdagangan, serta membuka peluang kerja sama di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan dan keamanan," tuturnya.
AKSES MENUJU IBU KOTA NUSANTARA
Wagub Ingkong juga menilai PLBN Long Nawang juga memiliki posisi strategis sebagai akses konektivitas wilayah, termasuk menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). "Dari PLBN Long Nawang menuju IKN kurang lebih 700 kilometer. Ini menunjukkan posisi kawasan ini sangat strategis ke depan," ujarnya.
Pastinya, seluruh aspirasi dan rencana kerja sama yang dibahas dalam pertemuan ini akan diperjuangkan melalui pemerintah masing-masing. "Utamanya soal kesejahteraan masyarakat perbatasan, kami berharap kolaborasi ini memberi dampak nyata bagi masyarakat Kaltara, khususnya Apau Kayan," tambahnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim