Kepala DKIP Bulungan, Yunus Luat menegaskan bahwa maraknya informasi di medsos harus disikapi dengan kehati-hatian agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Saya berpesan kepada masyarakat agar tidak terlalu cepat terpancing dengan hoaks. Kalau ada informasi yang belum jelas, sebaiknya tidak disebarkan,” kata Yunus kepada Radar Kaltara, Selasa (24/3).
Ia menekankan, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat berdampak luas, mulai dari menimbulkan kepanikan hingga mengganggu kondusivitas daerah. Karena itu, masyarakat diminta untuk melakukan verifikasi sebelum membagikan informasi.
“Kalau ada informasi yang kurang jelas atau belum tentu kebenarannya, jangan coba-coba untuk menyebarkannya karena bisa berbahaya,” ungkapnya.
Menurutnya, tidak menutup kemungkinan adanya oknum yang sengaja memanfaatkan medsos untuk menyebarkan informasi menyesatkan. Hal ini perlu diantisipasi dengan meningkatkan kesadaran literasi digital di kalangan masyarakat.
“Apalagi jika ada pihak yang sengaja ingin merusak situasi melalui media sosial. Kita harus lebih bijak dan tidak ikut memperkeruh keadaan,” katanya.
Lebih lanjut, Yunus menyampaikan bahwa seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) terus bersinergi menjaga stabilitas daerah, termasuk dalam memastikan informasi yang beredar tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Fungsi Forkopimda adalah memastikan pembangunan berjalan aman, adil, dan transparan. Ini tentu membutuhkan dukungan masyarakat,” jelasnya.
Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana tetap aman dan damai. “Dengan kolaborasi semua pihak, kita harapkan situasi tetap kondusif dan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim