Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Kembangkan Tanaman Atsiri, Bupati Bulungan Apresiasi Pemanfaatan Lahan Pasca Tambang

Taslee • Selasa, 24 Maret 2026 | 07:12 WIB

TANAMAN PRODUKTIF : Bupati Bulungan Syarwani ketika meninjau kawasan pasca tambang yang ditanami Atsiri, di Tanjung Palas Utara, belum lama ini. (Taslee/Radar Tarakan)
TANAMAN PRODUKTIF : Bupati Bulungan Syarwani ketika meninjau kawasan pasca tambang yang ditanami Atsiri, di Tanjung Palas Utara, belum lama ini. (Taslee/Radar Tarakan)

TANJUNG SELOR - Pemanfaatan lahan pasca tambang atau reklamasi di perbatasan Kecamatan Tanjung Palas Utara - Tanjung Palas Tengah, mendapat perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan.

Kawasan tersebut kini menjadi area pengembangan tanaman Atsiri (minyak kayu putih).

Dalam tinjauannya ke kawasan tersebut belum lama ini, Bupati Bulungan Syarwani melihat langsung proses budidaya hingga proses penyulingan Atsiri menjadi produk minyak kayu putih.

Menurutnya, kawasan pasca tambang menjadi lebih produktif dan bernilai ekonomi.

"Tanaman minyak kayu putih ini sangat bermanfaat terhadap produk-produk bernilai ekonomi bagi masyarakat. Khususnya masyarakat yang bermukim di kawasan pasca tambang," ucap bupati.

Ihwalnya, kepedulian perusahaan terhadap lahan eks tambang patut menjadi percontohan di masa-masa mendatang.

Menurut bupati, lahan pasca tambang tidak hanya di reklamasi, melainkan didorong menjadi kawasan ekonomi baru yang berdampak terhadap masyarakat.

Bupati menyebut, kawasan pasca tambang di perbatasan antara Salimbatu dengan Desa Kelubir ini, menjadi contoh konkrit dalam pemanfaatan lahan secara optimal.

Selain tanaman Atsiri, adapula pengembangan tanaman Kakao hingga kawasan peternakan sapi.

"Luas kawasan yang menjadi konsentrasi pengembangan Atsiri sekitar 129 hektare (ha). Sementara untuk kawasan peternakan sapi sekitar 500 ha," ungkap Syarwani.

Ia kemudian menegaskan, pemerintah daerah sangat mendukung inisiatif ini agar lahan bekas tambang tidak dibiarkan begitu saja setelah reklamasi.

Azas manfaat dan memiliki dampak ekonomi terhadap masyarakat sekitar, benar-benar diperhatikan. (dra)

Editor : Sophian Hadi