Kapolresta Bulungan, Kombes Pol Rofikoh Yunianto menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan dengan melibatkan personel gabungan yang disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk pos pelayanan dan area pelabuhan.
“Pengamanan tidak hanya difokuskan pada pos pelayanan, tetapi juga melalui patroli rutin di sekitar pelabuhan untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan,” kata Rofikoh kepada Radar Kaltara, Senin (23/3).
Selain itu, pengawasan ketat juga dilakukan terhadap jumlah penumpang, baik yang berangkat maupun yang tiba dari rute Tanjung Selor-Tarakan dan sebaliknya. Petugas memastikan seluruh penumpang tercatat sesuai data manifes. “Pemeriksaan dilakukan berdasarkan data manifes untuk mencegah kelebihan kapasitas yang dapat membahayakan keselamatan penumpang,” tegasnya.
Tak hanya itu, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada para motoris speedboat agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama di tengah kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu. “Kami juga mengingatkan agen penjual tiket agar tidak menjual tiket melebihi kapasitas. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tambahnya.
Pengecekan alat keselamatan, seperti pelampung, turut menjadi perhatian utama sebelum kapal diberangkatkan. Di sisi lain, penumpang juga diimbau untuk lebih waspada terhadap barang bawaan guna menghindari kehilangan atau tertukar.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami. Melalui pengamanan terpadu ini, kami ingin memastikan perjalanan arus balik berjalan aman, nyaman, dan tertib,” tutupnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim