Kepala Kanwil Kemenag Kaltara, H. Muh. Saleh menegaskan Idulfitri bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momen kembali kepada fitrah setelah menjalani ibadah Ramadan. “Idulfitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk kembali kepada fitrah. Kita diajak menjadi pribadi yang lebih baik, lebih sabar, lebih ikhlas dan lebih peduli terhadap sesama,” kata Saleh kepada Radar Kaltara, Senin (23/3).
Ia menambahkan, nilai yang ditempa selama Ramadan seperti kejujuran, kesabaran dan kepedulian sosial harus terus dijaga dan tidak berhenti setelah bulan suci berakhir. “Nilai-nilai Ramadan seharusnya menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya selama bulan puasa,” tegasnya.
Dalam konteks kehidupan masyarakat Kaltara yang beragam, Saleh menekankan pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama sebagai fondasi utama kehidupan sosial.
“Kalimantan Utara adalah daerah yang kaya akan keberagaman. Perbedaan suku, agama, dan budaya bukan penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan kita,” katanya.
Menurutnya, harmoni yang selama ini terjaga merupakan hasil kesadaran bersama yang harus terus dipelihara demi menjaga stabilitas dan kedamaian di daerah.
“Kerukunan yang ada saat ini adalah kekuatan besar yang harus kita rawat bersama,” imbuhnya.
Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Idulfitri sebagai momentum mempererat silaturahmi, tidak hanya dalam lingkup keluarga, tetapi juga dalam kehidupan sosial yang lebih luas.
“Momentum ini mengajarkan kita untuk saling memaafkan, membuka hati, dan menghapus sekat-sekat yang mungkin muncul,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kakanwil turut menyoroti peran jajaran Kemenag dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Ia berharap semangat Ramadan menjadi energi baru dalam memperkuat integritas dan profesionalisme aparatur.
“Bagi kami di Kementerian Agama, Idulfitri menjadi pengingat untuk terus meningkatkan pelayanan dengan penuh tanggung jawab, profesional, dan berintegritas,” pungkasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim