Hal itu disampaikan Kepala Adat Besar Apau Kayan, Ibau Ala. Menurutnya, kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah daerah, tokoh adat, hingga perwakilan parlemen dan kementerian dari negara Jiran Malaysia untuk memperkuat hubungan bilateral di perbatasan.
Ia mengatakan, dari pihak Indonesia dijadwalkan akan hadir Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara, Ingkong Ala dan Bupati Malinau Wempi W. Mawa, bersama Lembaga Adat Besar Apau Kayan serta masyarakat adat setempat.
"Sementara dari Malaysia (Sarawak), akan hadir Ahli Parlemen yang juga Wakil Menteri Digital Malaysia, Datuk Wilson Uga Anak Kumbong, serta perwakilan Lab Pacuan Empat Roda L4xN4 Bahagian Ketujuh Kapit, Petrus Tomas Disos beserta rombongan," kata Ibau, Senin (23/3).
Rakor ini dinilai penting untuk memperkuat hubungan bilateral di wilayah perbatasan, khususnya dalam aspek sosial budaya, ekonomi, hingga pengelolaan kawasan perbatasan yang melibatkan masyarakat adat di kedua negara serumpun ini.
"Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatannya di wilayah adat Long Nawang. Kehadiran para pemangku kepentingan lintas negara menjadi peluang penting untuk memperkuat peran masyarakat adat dalam menjaga stabilitas kawasan perbatasan," kata Ibau.
Selain rakor, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan penguatan kerja sama antara komunitas perbatasan RI-Malaysia yang selama ini memiliki hubungan kekerabatan dan budaya yang erat.
"Warga perbatasan berharap, pertemuan ini dapat menghasilkan kesepahaman bersama dalam mendorong pembangunan kawasan perbatasan yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil seperti Apau Kayan," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim