Bupati Bulungan, Syarwani, mengungkapkan, salah satu rekomendasi dalam Musrenbang Inklusi adalah perlunya peningkatan kompetensi penyandang disabilitas agar memiliki peluang di dunia kerja.
“Salah satu rekomendasi dalam Musrenbang Inklusi adalah adanya perhatian terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi penyandang disabilitas agar mereka bisa terserap di dunia kerja,” kata Syarwani kepada Radar Kaltara, Jumat (20/3).
Menurutnya, peningkatan kemampuan tersebut menjadi langkah strategis untuk membuka peluang kerja yang lebih luas, sekaligus mendorong kemandirian bagi penyandang disabilitas.
“Kalaupun tidak terserap di dunia kerja, minimal mereka memiliki peluang dan modal untuk bisa berusaha secara mandiri,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen, Pemda Bulungan juga menyiapkan akses permodalan melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni PT BPR Bank Bulungan (Perseroda) dengan skema k
Kredit Mesra.
“Akses permodalan akan kita fasilitasi melalui BUMD, salah satunya PT BPR Bank Bulungan dengan konsep kredit Mesra yang menjadi bagian dari program prioritas daerah,” tegasnya.
Program ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam mendorong pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas, sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi juga mampu berkembang secara mandiri.
"Dengan pendekatan tersebut, Pemkab Bulungan optimistis pembangunan inklusif dapat terwujud, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk berkontribusi dalam perekonomian daerah," pungkasnya. (jai/lim)