Kepala Disperta Bulungan, Kristiyanto mengatakan, pemantauan difokuskan pada komoditas utama seperti daging sapi, daging ayam dan telur ayam. “Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan stabilitas harga di tingkat pedagang sekaligus menjamin pasokan pangan masyarakat tetap aman,” kata Kristiyanto kepada Radar Kaltara, Rabu (18/3).
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, ketersediaan komoditas hewani masih mencukupi meski terjadi fluktuasi harga. Kondisi tersebut dinilai wajar seiring meningkatnya permintaan menjelang Lebaran. “Stok masih aman, hanya ada kenaikan harga yang masih dalam batas wajar akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu lonjakan harga di pasar. “Kami mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak perlu melakukan panic buying,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemda Bulungan mengaktifkan kembali Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) guna menjaga stabilitas harga pangan. Salah satu strategi yang dilakukan adalah pengadaan barang langsung dari petani. “Intervensi dilakukan melalui TPID dengan kulakan langsung dari petani agar dapat menekan lonjakan harga yang tidak terkendali,” ulasnya. (jai/lim)
Editor : Azward Halim