Adv Balikpapan Berau Berita Kontrak Bulungan Catatan Daerah Event Film & Drama Gadget Hukum & Kriminal Kaltara Kaltim Kesehatan Lapsus Malinau Nasional Nunukan Olahraga Opini Pemerintahan Pola Hidup Politik Radar Nusantara Selebritis Tana Tidung Tarakan Teknologi Wisata & Kuliner Zodiak

Penumpang Speedboat di Kaltara Diperketat! Tanpa Manifes Dilarang Berangkat

Fijai RT • Rabu, 18 Maret 2026 | 06:14 WIB

MUDIK: Tampak aktivitas penumpang di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor.
MUDIK: Tampak aktivitas penumpang di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor.

TANJUNG SELOR - Arus mudik Lebaran melalui Pelabuhan Kayan II, Tanjung Selor melonjak signifikan dalam beberapa hari terakhir. Rerata sebanyak 1.250 penumpang per hari diberangkatkan menuju Tarakan menggunakan armada speedboat.

Kepala UPP Kelas II Tanjung Selor, Wujang Sunardi mengungkapkan lonjakan ini tidak hanya berasal dari wilayah Bulungan, tetapi juga didominasi pemudik dari Kaltim, khususnya Berau.

“Sebagian besar penumpang tambahan berasal dari Berau. Mereka memilih berangkat melalui Tarakan karena di darahnya tidak tersedia rute kapal Pelni,” kata Wujang kepada Radar Kaltara, Selasa (17/3).

MUDIK: Tampak aktivitas penumpang di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor.
MUDIK: Tampak aktivitas penumpang di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor.

 

Ia menjelaskan, tingginya arus penumpang dipicu oleh jadwal keberangkatan kapal lanjutan dari Tarakan menuju sejumlah daerah di Sulawesi yang dilayani kapal milik PT Pelni.

“Beberapa penumpang mengikuti jadwal kapal Pelni di Tarakan menuju Sulawesi, sehingga mereka transit melalui Tanjung Selor,” jelasnya.

 

Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat sejak Jumat (13/3) lalu dan terus terjadi hingga saat ini. Dalam sehari, jumlah keberangkatan bahkan bisa melebihi angka rerata tersebut.

“Mulai hari Jumat sampai sekarang ada kenaikan jumlah penumpang sekitar 1.250 orang per hari yang berangkat dari Pelabuhan Kayan II,” katanya.

 

Sementara itu, jumlah penumpang yang tiba di Tanjung Selor justru mengalami penurunan. Rerata hanya sekitar 800 penumpang per hari yang datang melalui pelabuhan tersebut.

“Untuk penumpang datang memang lebih sedikit, sekitar 800 orang setiap hari,” tambahnya.

 

Meski terjadi lonjakan, pihak pelabuhan memastikan seluruh pemudik tetap terlayani dengan baik tanpa ada yang tertinggal akibat kehabisan tiket.

“Kami menyesuaikan dengan kapasitas yang ada. Sampai sekarang tidak ada pemudik yang tidak mendapatkan tiket,” tegasnya.

 

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, sebanyak 23 armada speedboat dioperasikan setiap hari pada rute Tanjung Selor–Tarakan. Seluruh armada juga menjalani pemeriksaan ketat sebelum keberangkatan.

“Setiap kapal kami periksa sebelum berangkat untuk memastikan keselamatan penumpang,” ungkapnya.

 

Selain itu, UPP menegaskan tidak akan mentolerir adanya penumpang yang tidak tercantum dalam manifest perjalanan sebagai bagian dari standar keselamatan pelayaran.

“Kami tidak mentolerir penumpang yang tidak terdaftar di manifest speedboat. Alhamdulillah sampai hari ini semua berjalan lancar tanpa kejadian yang tidak diharapkan,” tambahnya. (jai/lim)

Editor : Azward Halim