Usulan tambahan ini dilakukan karena kuota yang diberikan untuk Kaltara saat ini dinilai masih belum memenuhi kebutuhan masyarakat di lima kabupaten/kota yang ada, yakni Bulungan, Nunukan, Malinau, Tana Tidung dan Tarakan.
"Saya sudah secara resmi bersurat ke BPH Migas untuk meminta tambahan kuota. Karena seiring meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat saat ini, kuota yang ada dianggap sudah tidak cukup," ujar Gubernur Zainal kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Orang nomor satu di Kaltara ini menyebutkan, dalam usulan ini ia meminta agar Kaltara diberikan tambahan setidaknya 20 persen dari kuota yang dialokasikan untuk Kaltara saat ini.
"Tidak hanya untuk momentum Ramadan jelang Idulfitri ini, tapi usulan tambahan kuota BBM ini untuk terus berlanjut setelah Ramadan," sebutnya.
Untuk itu, mantan wakil kepala Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara ini berharap usulan tambahan kuota BBM untuk provinsi ke-34 Indonesia ini dapat segera direspon oleh BPH Migas. "Semoga segera direspon dari BPH Migas kebutuhan energi masyarakat di berbagai daerah di Kaltara ini dapat terpenuhi secara maksimal," harapnya.
Untuk diketahui, saat ini Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan telah memetakan potensi lonjakan kebutuhan energi selama periode Ramadan hingga mudik dan balik Idulfitri 1447 H/2026 M.
Dari hasil pemetaan itulah Pertamina Patra Niaga menyiapkan distribusi hingga stok BBM agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode ini. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim