Tahun 2026 ini, kembali ditargetkan pencetakan 1.000 hektare (ha) sawah baru di provinsi ke-34 Indonesia ini. Langkah ini sebagai bentuk bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan produksi pangan.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Heri Rudiyono mengatakan, langkah yang diambil ini diharapkan dapat menjadi pijakan menuju swasembada pangan pada tahun 2027.
"Ini lanjutan dari yang tahun 2025, yang mana di tahun 2025 lalu kita berhasil mencetak 1.000 hektare sawah baru," ujar Heri kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu.
Namun secara teknis di tahun ini akan dilakukan secara lebih selektif dengan memperhatikan kesiapan sumber daya manusia (SDM) petani dan kesiapan lahan.
Menurutnya, tantangan dalam cetak sawah ini bukan hanya pada soal perluasan lahan, tapi hal yang tak kalah pentingnya adalah soal kepastian keberlanjutan produksi dari hasil pertanian itu sendiri. "Nah, kita di provinsi ini sifatnya memberikan dorongan dan fasilitas. Kalau teknis pelaksanaan, itu di tingkat kabupaten/kota," tuturnya.
Mengingat di Kaltara ini mayoritas sawahnya masih tergolong baru, sehingga masih butuh dukungan infrastruktur pendukung, seperti jalan tani hingga alat mesin pertanian (alsintan).
Secara rinci, Heri menyebutkan Kaltara memiliki potensi lahan yang luas, mulai dari Bulungan hingga Malinau. Hal ini yang terus dioptimalkan pemanfaatannya. "Kalau target, kita targetkan 100 persen swasembada pangan di tahun 2027. Tapi untuk realisasi tetap akan menyesuaikan kondisi di lapangan," pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim