Hal itu disampaikan wakil rakyat dari daerah pemilihan (dapil) Kaltara yang duduk di Senayan ini sebagai respon terhadap sejumlah keluhan dari masyarakat lokal Kaltara yang sulit mendapatkan ruang untuk bekerja di salah satu proyek strategis nasional (PSN) ini.
“Pak Gubernur (Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang) juga selalu memberi perhatian terhadap tenaga kerja lokal ini. Ini penting agar jangan kita jadi penonton di kampung sendiri, di kuota kita sendiri, di wilayah kita sendiri,” ujar Rahmawati kepada Radar Tarakan, Jumat (13/3).
Sebagai langkah konkret, Politisi Partai Gerindra ini pun langsung menegur pihak perusahaan di kawasan industri tersebut agar bisa memprioritaskan tenaga kerja lokal.
“Dari perusahaan mengaku memang mereka masih memerlukan untuk tenaga teknisi, sementara SMA-SMK kita masih beberapa, itu versi mereka,” tuturnya.
Kendati demikian, ia menyampaikan bahwa ke depan pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan pihak perusahaan. Termasuk meminta kepada perusahaan jika misalnya ada diperlukan tambahan tenaga kerja, itu harus diutamakan kuota dari lokal Kaltara dulu.
“Informasikan kita dari awal supaya kita bisa memberikan pembekalan kepada anak-anak kita. Jangan sampai ketika tidak ada informasi, ketika perusahaan butuh tenaga kerja teknisi 50 orang, kita hanya bisa mengisi 10 atau 20 orang,” katanya.
Untuk mendukung kesiapan tenaga kerja lokal, Rahmawati mengatakan akan melakukan kerja sama dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota di Kaltara agar setiap perusahaan itu memberi input kebutuhan 3 atau 4 bulan sebelum dibukanya lowongan kerja.
“Jadi mereka sampaikan memang ke kita tenaga kerja apa saja yang mereka butuhkan, agar kita bisa memberikan pelatihan kepada anak-anak kita,” pungkasnya. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim