Kapolda Kaltara, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy menjelaskan, gerakan pangan murah digelar sebagai upaya membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga bahan pokok menjelang Lebaran.
“Jadi, hari ini kita menggelar gerakan pangan murah dalam rangka operasi pasar yang dilaksanakan di wilayah Polda Kaltara. Ada lima titik yang kita laksanakan, salah satunya di Polda Kaltara yang bergabung dengan Polresta Bulungan,” kata Djati kepada Radar Kaltara, Jumat (13/3).
Menurutnya, kegiatan tersebut dilakukan karena menjelang Hari Raya Idul Fitri harga sejumlah kebutuhan pokok sering mengalami kenaikan yang fluktuatif. Karena itu, Polri hadir untuk membantu menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di masyarakat.
“Kegiatan ini kita laksanakan melihat kondisi menjelang Idul Fitri di mana harga sembako sering mengalami kenaikan yang fluktuatif. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pangan di wilayah Kalimantan Utara,” ungkapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Polda Kaltara menyalurkan beras murah sebanyak 12 ton yang dijual kepada masyarakat dengan harga Rp 50 ribu per 5 kilogram.
“Kami menyalurkan beras murah sebanyak 12 ton dengan harga Rp 50 ribu per 5 kilogram. Ini tentu diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan gerakan pangan murah telah dilaksanakan sejak beberapa hari sebelumnya dan akan terus berjalan hingga mencapai target yang telah ditetapkan oleh Mabes Polri.
“Kegiatan ini sudah kita laksanakan sejak kemarin dan akan berjalan hingga target yang ditentukan Mabes Polri, yakni sebanyak 20 ton beras dalam kegiatan gerakan pangan murah ini,” ungkapnya.
Selain beras, dalam bazar tersebut juga disediakan berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti gula pasir, minyak goreng, dan telur dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani mengapresiasi langkah Polri yang menginisiasi kegiatan gerakan pangan murah sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat menjelang Lebaran.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Kaltara dan jajaran Polresta Bulungan. Ini merupakan agenda nasional yang dilaksanakan oleh Mabes Polri melalui gerakan pangan murah,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antar kepolisian dan pemda diharapkan dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok serta mencegah terjadinya panic buying di tengah masyarakat.
“Kita berharap masyarakat tidak melakukan panic buying karena pemerintah bersama berbagai pihak terus melakukan intervensi pasar untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok,” katanya.
Ia menambahkan, Pemda Bulungan juga melakukan langkah intervensi melalui keberadaan toko Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Bulungan di Pasar Induk, Tanjung Selor yang diharapkan dapat terus beroperasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga terjangkau.
“Selain itu, intervensi juga dilakukan hingga tingkat kecamatan melalui pelaksanaan pasar murah agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” pungkasnya. (jai/lim)