Salah satunya dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) dengan secara intens memantau harga di pasaran.
Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltara, Hasriyani mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, untuk beberapa hari ini harga sejumlah jenis komoditi masih terkendali. Harganya belum ada yang terlalu naik signifikan.
“Tetapi tidak jauh berbeda dengan momentum HBKN sebelumnya, yang mana yang dibutuhkan masyarakat jelang Idulfitri, itu yang berpengaruh ada kenaikan sedikit,” ujar Hasriyani kepada Radar Tarakan saat dikonfirmasi, Rabu (11/3).
Seperti ayam, misalnya. Untuk di Tanjung Selor saat ini harganya sudah tembus Rp 55 ribu per kilogram. Sedangkan seperti di Tarakan masih di kisaran harga Rp 45 ribu - Rp 48 ribu per kilogram. Harga normalnya, kalau seperti di Tarakan itu biasa di harga Rp 40 ribu per kilogram.
“Kalau di sini (Tanjung Selor), kan karena kita ambilnya dari Berau, otomatis pedagang itu ketika ditanyakan kenapa harga naik, mereka jawab harga di Berau, tempat asal mereka mengambil juga naik, sehingga mereka juga menyesuaikan harga jualnya,” jelas Hasriyani.
Kendati demikian, ia tetap berharap momentum ini tidak dijadikan ajang kesempatan bagi pelaku usaha untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Artinya, pelaku usaha bisa sama-sama memahami kondisi kebutuhan masyarakat saat ini.
“Boleh untung, tapi tidak terlalu memberatkan konsumen. Sehingga kita sama-sama bisa merayakan Idulfitri dengan baik. Kan di momentum Idulfitri ini bukan hanya orang mampu saja yang merayakannya, tapi yang kurang mampu juga sama-sama merayakan,” tuturnya.
Pastinya, untuk ketersediaan stok untuk saat ini terlaporkan masih dalam kondisi aman, jadi masyarakat jangan sampai panik takut tidak sempat kebagian belanja kebutuhan pokok jelang lebaran tahun ini. (iwk/lim)
Editor : Azward Halim